Saudi Tepis Laporan soal Rencana Pertemuan Pangeran MBS dengan PM Israel Netanyahu

Anton Suhartono ยท Jumat, 14 Februari 2020 - 09:18 WIB
Saudi Tepis Laporan soal Rencana Pertemuan Pangeran MBS dengan PM Israel Netanyahu

Faisal bin Farhan (Foto: AFP)

RIYADH, iNews.id - Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan menepis pemberitaan soal rencana pertemuan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Sebelumnya media Israel melaporkan bahwa Netanyahu mengupayakan pertemuan dengan putra Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud itu.

"Tidak ada rencana pertemuan antara Arab Saudi dan Israel," kata Faisal, dalam wawancara dengan Al Arabiya, seperti dilaporkan kembali AFP, Jumat (14/2/2020).

Dia menegaskan, kebijakan politik Saudi sudah sangat jelas dan konsisten soal konflik Israel dengan Palestina. Selain itu Saudi tak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

"Kebijakan Arab Saudi sudah sangat jelas sejak awal konflik ini. Tidak ada hubungan antara Arab Saudi dan Israel dan kerajaan berdiri kokoh di belakang Palestina," kata dia.

Pada akhir Januari 2020, Faisal menegaskan bahwa warga Israel tidak diizinkan masuk Saudi. Pengumuman itu disampaikan setelah Israel memberi lampu hijau bagi warganya untuk berkunjung ke Saudi, termasuk melaksanakan haji dan umroh. Seperti diketahui di Israel banyak terdapat warga keturunan Arab yang muslim. Mereka umumnya tak ikut melarikan diri saat Israel mencaplok tanah Palestina usai perang pada 1948.

Soal rencana perdamaian Timur Tengah yang diusulkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Saudi menghargai upaya itu, namun Kerajaan tetap mendukung penuh pada Palestina.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas menegaskan, bahkan sejak sebelum Trump mengumumkan rencana perdamaian itu pada 28 Januari 2020, bahwa pihaknya menolak tegas.

Dalam rencana perdamaian ditegaskan bahwa Yerusalem merupakan ibu kota Israel yang tak dapat dibagi. Sementara Palestina menyebut Yerusalem, yakni di wilayah timur yang di dalamnya terdapat tempat suci ketiga bagi umat Islam Masjid Al Aqsa, sebagai ibu kota masa depannya.


Editor : Anton Suhartono