Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Batal ke Eropa, Wisatawan RI Geser Liburan ke China dan Jepang imbas Konflik di Timur Tengah
Advertisement . Scroll to see content

Sejarah dan Latar Belakang Terjadinya Perang Asia Timur Raya

Minggu, 04 Agustus 2024 - 11:30:00 WIB
Sejarah dan Latar Belakang Terjadinya Perang Asia Timur Raya
Serangan mendadak militer Jepang ke Pearl Harbor pada 7 Desember 1941 menandai dimulainya Perang Asia Timur Raya sekaligus masuknya Amerika Serikat ke dalam Perang Dunia II. (Foto: Museum Nasional Perang Dunia II New Orleans)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Sejarah dan latar belakang terjadinya Perang Asia Timur Raya penting untuk diketahui. Apalagi, perang tersebut juga memiliki keterkaitan dengan sejarah kemerdekaan Indonesia.

Perang Asia Timur Raya atau juga dikenal dengan nama lain Perang Pasifik adalah konflik global yang menjadi bagian dari Perang Dunia II. Perang ini berlangsung sejak 7 Desember 1941 hingga 2 September 1945. Perang ini sekaligus menandai masuknya Amerika Serikat dalam pusaran Perang Dunia II.

Latar belakang

Sebelum meletusnya Perang Asia Timur Raya, masyarakat global lebih dulu dihadapkan dengan Perang Dunia II yang dimulai sejak 1939. Perang itu melibatkan banyak negara di seluruh dunia. Terjadinya Perang Dunia II disebabkan oleh berbagai faktor yang kompleks. Namun, ada beberapa penyebab utama munculnya konflik global tersebut.

Yang pertama adalah kebangkitan kekuasaan Nazi di Jerman. Setelah Perang Dunia I, Jerman mengalami krisis ekonomi dan politik. Partai Nazi yang dipimpin oleh Adolf Hitler mengambil keuntungan dari situasi tersebut dan menjanjikan untuk mengembalikan kebanggaan nasional Jerman. Kampanye Hitler tersebut berhasil menarik dukungan luas di negeri panser itu.

Faktor kedua, Perjanjian Versailles yang ditandatangani untuk mengakhiri Perang Dunia I telah memberlakukan sanksi keras terhadap Jerman. Hal itu menyebabkan rasa ketidakpuasan dan dendam di kalangan rakyat Jerman. Hitler menggunakan perjanjian tersebut sebagai alat propaganda untuk membangkitkan nasionalisme Jerman.

Faktor ekonomi yang menyebabkan depresi hebat dan pengangguran massal, juga turut memicu Perang Dunia II. Selain itu, faktor ideologi seperti fasisme, komunisme, dan imperialisme juga memainkan peran penting dalam mendorong terjadinya konflik global ini.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut