Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Batal ke Eropa, Wisatawan RI Geser Liburan ke China dan Jepang imbas Konflik di Timur Tengah
Advertisement . Scroll to see content

Sejarah dan Latar Belakang Terjadinya Perang Asia Timur Raya

Minggu, 04 Agustus 2024 - 11:30:00 WIB
Sejarah dan Latar Belakang Terjadinya Perang Asia Timur Raya
Serangan mendadak militer Jepang ke Pearl Harbor pada 7 Desember 1941 menandai dimulainya Perang Asia Timur Raya sekaligus masuknya Amerika Serikat ke dalam Perang Dunia II. (Foto: Museum Nasional Perang Dunia II New Orleans)
Advertisement . Scroll to see content

Berikutnya, Jerman di bawah kepemimpinan fasis Hitler mulai melakukan ekspansi wilayah. Kebijakan agresif itu dimulai dengan aneksasi Jerman terhadap Austria (Anschluss) pada 1938, invasi Cekoslovakia, dan akhirnya invasi Polandia pada 1 September 1939. Peristiwa yang disebutkan terakhir itulah yang memicu deklarasi perang dari Inggris dan Prancis terhadap Jerman dan menjadi Perang Dunia II.

Dua aliansi utama dalam Perang Dunia II

Ada dua aliansi dalam Perang Dunia II. Yang satu adalah Blok Sekutu yang terdiri atas Amerika Serikat, Uni Soviet, Inggris, Prancis, dan banyak negara lainnya. Sementara yang lain disebut Blok Poros atau Axis Powers yang terdiri atas Jerman, Italia, dan Jepang.

Blok Proros dipimpin oleh Adolf Hitler (Jerman), Benito Mussolini (Italia), dan Kaisar Hirohito (Jepang). Pada saat yang sama, kaum nasionalis Spanyol memenangkan perang saudara pada April 1939. Jenderal Francisco Franco tampil sebagai diktator yang memimpin negeri matador itu. Di bawah kepemimpinannya, Spanyol secara resmi tetap netral selama Perang Dunia II, meski secara umum memihak Blok Poros.

Sementara Blok Sekutu dipimpin oleh Winston Churcill (Inggris). Amerika Serikat masuk ke dalam pusaran perang setelah serangan Jepang di Pearl Harbor pada 7 Desember 1941. Uni Soviet pada awalnya memiliki pakta non-agresi dengan Jerman. Akan tetapi, Moskow kemudian bergabung dengan Blok Sekutu menyusul invasi Jerman pada Juni 1941.

Prancis yang sempat diduduki oleh Jerman, menjalankan pemerintahannya di pengasingan dan terus berperang. Negara-negara lain seperti Kanada, Australia, China, dan banyak lagi juga berperan dalam mendukung Blok Sekutu.

Ekspansi Jepang

Jepang yang sedang mengalami industrialisasi pesat, merasa memerlukan sumber daya alam untuk mempertahankan pertumbuhan ekonominya. Untuk tujuan tersebut, Jepang mulai melakukan ekspansi militer ke Asia Timur dan Asia Tenggara, termasuk invasi ke Manchuria (1931) dan perang dengan China (1937).

Menurut Encyclopedia Britannica, hingga 1939, Angkatan Laut Jepang masih sangat percaya pada kekuatan senjata. Diasumsikan bahwa pertempuran yang menentukan akan dilakukan terutama oleh persenjataan besar dari kapal-kapal perang, dilengkapi dengan serangan kapal penjelajah ringan dan kapal perusak serta serangan udara dari kapal induk. Angkatan Laut Jepang telah dipersenjatai dan dilatih sesuai dengan doktrin militer tersebut. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut