Sejarah dan Latar Belakang Terjadinya Perang Asia Timur Raya
Kebijakan Angkatan Laut Jepang juga telah lama mempertimbangkan kekuatan yang setara dengan 70 persen dari total kekuatan Angkatan Laut AS sebagai prasyarat untuk kemenangan atas Amerika Serikat—dengan asumsi bahwa 30 persen dari armada utama AS akan dihancurkan sebelum mencapai perairan Timur Jauh. Atas alasan strategis itulah Angkatan Laut Jepang berupaya keras untuk membangun kekuatan tambahannya di kawasan Pasifik.
Dilansir dari laman The National World War II Museum New Orleans, Perang Asia Timur Raya bermula ketika pasukan Jepang melancarkan serangan mendadak ke Pearl Harbor pada 7 Desember 1941. Tujuan Jepang menyerang pelabuhan militer AS di Honolulu, Hawaii, itu adalah untuk mencegah intervensi Amerika dalam ekspansi Jepang di Asia.
Serangan secara tiba-tiba terhadap Pearl Harbor menyebabkan kerusakan parah pada Armada Pasifik AS. Serangan tersebut menyebabkan Amerika Serikat mendeklarasikan perang terhadap Jepang dan bergabung dengan Blok Sekutu. Beberapa hari kemudian, Jerman dan Italia juga mendeklarasikan perang terhadap AS. Sejak itu, Amerika pun terlibat aktif dalam Perang Dunia II.
Namun, AS tidak bisa langsung membalas serangan Jepang itu. Sebab, sebagian besar armada militer Amerika di Pasifik telah hancur dan negara itu juga tidak siap berperang kala itu. Karenanya, AS dan Blok Sekutu akhirnya memutuskan bahwa mereka perlu menyelamatkan Inggris dan mengalahkan Jerman terlebih dulu.
Pada saat yang sama, Jepang terus melancarkan serangan secara gencar yang menyapu sejumlah wilayah yang dikuasai AS di Guam, Pulau Wake, dan Filipina, serta wilayah-wilayah yang diduduki Inggris yakni Hong Kong, Malaya (Semenanjung Malaysia dan Singapura hari ini) , dan Burma (Myanmar).
Setelah itu, pecahlah Pertempuran Laut Coral pada Mei 1942. Ini menjadi pertempuran besar pertama di mana kapal induk Sekutu terlibat langsung dan mencegah invasi Jepang ke Australia. Berikutnya, terjadi Pertempuran Midway pada Juni 1942. Dalam pertempuran laut yang krusial ini, Angkatan Laut AS berhasil menghancurkan empat kapal induk Jepang, mengubah arah perang di Pasifik.