Selundupkan 1 Ton Bahan Narkoba, 2 Warga Malaysia Ditangkap di Australia

Nathania Riris Michico ยท Rabu, 18 September 2019 - 10:32 WIB
Selundupkan 1 Ton Bahan Narkoba, 2 Warga Malaysia Ditangkap di Australia

Dua warga Malaysia ditangkap di Sydney karena hendak menyeludupkan ephedrine. (Foto: ABF)

KUALA LUMPUR, iNews.id - Usaha menyeludupkan bahan-bahan kimia ke Australia yang bisa digunakan untuk memproduksi obat terlarang semakin bervariasi. Pada 10 September lalu, dua warga Malaysia ditahan di Sydney, Australia, karena menyelundupkan bahan kimia ephedrine.

Petugas Pasukan Perbatasan Australia (ABF) menahan dua warga Malaysia setelah menemukan 1.266 kg bahan kimia ephedrine yang bisa digunakan untuk memproduksi narkoba jenis 'ice' atau sabu-sabu.

Bahan kimia itu ditemukan setelah petugas mencurigai adanya keanehan dalam pengiriman furniture dalam sebuah kontainer.

Ketika petugas ABF melakukan pemeriksaan terhadap barang-barang tersebut, mereka menemukan adanya 127 kotak yang disembunyikan di balik furniture tersebut.

Dan ketika dilakukan pengecekan petugas menemukan 1.266 kg bahan kimia berwarna coklat.

Ketika dilakukan pengetesan di laboratorium, bahan yang ditemukan itu positif sebagai ephedrine, yang digunakan untuk membuat narkoba methamphetamine atau shabu-shabu.

Menurut perkiraan, seluruh bahan ini bisa digunakan untuk membuat satu ton sabu-sabu dengan harga jual sekitar 750 juta dolar Australia atau lebih dari Rp7,5 triliun.

Dalam penyelidikan lanjutan, pada 16 September, petugas ABF mengirim barang tersebut ke sebuah gudang di kawasan Roseland di Sydney Barat Daya. Di hari itu juga, pria yang datang untuk memeriksa kontainer tersebut ditahan.

Seorang pria berusia 63 tahun yang berada di Australia menggunakan visa turis, dan seorang pria berusia 22 tahun yang memiliki visa pelajar asal Malaysia, turut ditahan oleh petugas.

Hukuman maksimal untuk pelanggaran ini adalah hukuman penjara 25 tahun atau denda Rp10 miliar atau keduanya.

Keduanya dihadapkan ke Pengadilan Lokal Burwood di Sydney pada Selasa (17/9/2019) dan sesudahnya ditahan untuk dihadapkan lagi ke Pengadilan Pusat Downing 13 November mendatang.

Dalam rilis yang dikeluarkan oleh ABF, Rabu (18/9/2019), Komandan Regional ABF untuk New South Wales, Danielle Yannopoulos, berhasil mencegah kemungkinan penjualan sabu-sabu sebanyak 10 juta kali.

"Petugas ABF sangat awas dengan berbagai usaha menyembunyikan bahan pembuat narkoba seperti ephedrine, kami akan menemukan mereka apapun cara para kriminal untuk menyembunyikannya," kata Yannopoulos, seperti dikutip ABC News.

"Petugas ABF memiliki ketrampilan, teknologi, dan sumber daya untuk menemukan barang-barang seludupan tersebut dan bisa menemukan mereka yang berusaha memasukkannya ke dalam Australia."


Editor : Nathania Riris Michico