Serangan Balik, Anwar Ibrahim Sebut Pemerintahan Muhyiddin Yassin Selewengkan Dana Negara

Anton Suhartono ยท Senin, 05 Desember 2022 - 18:53:00 WIB
Serangan Balik, Anwar Ibrahim Sebut Pemerintahan Muhyiddin Yassin Selewengkan Dana Negara
Anwar Ibrahim menyebut ada penyelewenganan keuangan yang serius oleh pemerintahan Muhyiddin Yassin (Foto: NurPhoto via Reuters)

KUALA LUMPUR, iNews.id - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyebut ada beberapa penyimpangan serius dalam penggunaan keuangan negara pada masa pemerintahan Muhyiddin Yassin. Anggaran pemerintahan sebelumnya mencapai total 600 miliar ringgit atau sekitar Rp2.120 triliun.

“Dari yang saya ketahui, ada beberapa (pelanggaran prosedural) serius melibatkan sejumlah besar dan beberapa proyek, di mana mark up terlalu tinggi dan diserahkan kepada pihak tertentu,” katanya, usai memimpin sidang kabinet perdana di Perdana Putra, Putrajaya, Senin (5/12/2022), seperti dikutip dari The Star.

Anwar mengaku belum melakukan diskusi lebih dalam apakah perlu melibatkan Komisi Penyelidikan Kerajaan (RCI) atau tidak untuk mengungkap masalah ini. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada kabinet untu memutuskan.

"Ini tidak diangkat dalam rapat Kabinet dan karena itu saya akan menyerahkan kepada mereka dan departemen terkait untuk menilai masalah ini," ujarnya.

Sementara itu Muhyiddin membantah pemerintahannya menggelapkan atau menyalahgunakan uang rakyat sebagaimana disebutkan Anwar. Sekalipun ada indikasi, dia yakin penyelidikan sudah dilakukan sejak awal pada masa pemerintahannya.

Pernyataan itu disampaikan setelah Muhyiddin mengkitik susunan kabinet yang diumumkan Anwar Ibrahim pada Jumat pekan lalu. Dia menyebut susunan kabinet pemerintahan Anwar paling mengecewakan sepanjang sejarah Malaysia.

Muhyiddin merujuk pada nama yang tersandung dugaan kasus korupsi. Menurut dia, Anwar telah mengkhianati janjinya yang akan membentuk pemerintahan bersih.

“Agenda reformasinya menjadi hampa ketika dia bahkan tidak bisa memperjuangkan prinsip partainya dalam melawan korupsi dan mempromosikan good governence," ujarnya.

Editor : Anton Suhartono

Halaman : 1 2

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda