Serangan Balik, Muhyiddin Tantang KPK Malaysia Periksa Anwar Ibrahim atas Tuduhan Suap
KUALA LUMPUR, iNews.id - Muhyiddin Yassin menyebut pemerintahan persatuan yang dibentuk Anwar Ibrahim akan bubar sebelum pemilu Malaysia berikutnya. Ancaman itu disampaikan Muhyiddin yang juga pemimpin oposisi Perikatan Nasional setelah dirinya dijadikan tersangka korupsi pada Jumat lalu.
Menurut Presiden Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) itu, pihaknya tak akan membiarkan pemerintahan persatuan yang dipimpin Perdana Menteri Anwar Ibrahim terus berkuasa jika dirinya terus diserang. Muhyddin berkali-kali mengatakan penetapan dirinya sebagai tersangka korupsi bermotif politik.
Pada 1 Maret, Presiden Persatuan Islam se-Malaysia (PAS), bagian dari Perikatan Nasional, Abdul Hadi Awang, memperkirakan pemerintahan Anwar akan jatuh dalam waktu dekat, meski tidak memberikan penjelasan rinci. Ancaman serupa dilontarkannya kembali pada 6 Maret dengan mengatakan, "Kami memiliki hak untuk merencanakan dan tidak ada yang bisa menghentikan kami membuat rencana (menggulingkan pemerintah)."
Sementara itu Muhyiddin menantang Komisi Antikorupsi Malaysia (MACC) untuk menyelidiki Anwar Ibrahim dan Presiden UMNO Ahmad Zahid Hamidi atas dugaan menerima suap dari pengusaha.
"Saya diseret ke pengadilan pada Jumat karena dituduh menyalahgunakan jabatan sebagai perdana menteri. Pada Senin (13 Maret), saya akan didakwa lagi di Shah Alam," ujarnya, dikutip dari The Star, Minggu (12/3/2023).