Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Polemik Syarat Pendidikan Gibran, Eks Komisioner KPU Dorong Aturan Lulusan Luar Negeri Diperjelas
Advertisement . Scroll to see content

Setelah Prancis, Demo Pelajar SMA Menjalar ke Belgia: Ratusan Remaja Ditangkap 

Kamis, 08 Oktober 2026 - 10:22:00 WIB
Setelah Prancis, Demo Pelajar SMA Menjalar ke Belgia: Ratusan Remaja Ditangkap 
Demonstrasi pelajar SMA menjalar ke Belgia, setelah meluas di Prancis (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

LIEGE, iNews.id - Demonstrasi pelajar SMA menjalar ke Belgia, setelah meluas di penjuru Prancis. Aksi protes para pelajar sudah berlangsung 2 pekan di Prancis berujung dengan kerusuhan dan bentrokan dengan aparat.

Ratusan pelajar dan mahasiswa turun ke jalan di Kota Liege, Belgia. Media lokal melaporkan, polisi menangkap 107 orang dalam demonstrasi pelajar yang sudah berlangsung beberapa hari.

Laporan beberapa media massa Belga menyebutkan, penangkapan itu termasuk perusakan properti dan pembakaran.

Para pelajar memprotes sistem pendidikan berbahasa Prancis di Belgia dengan alasan meningkatnya biaya, ruang kelas yang terlalu padat, serta kesulitan mengakses bahan studi.

Mereka membawa spanduk berisi seruan pemenuhan hak para pelajar dan perbaikan sistem pendidikan.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan pecahan kaca, kebakaran, dan ratusan demonstran, sebagian besar anak muda, di Liege. Rekaman lain menunjukkan polisi memblokir jalan.

Polisi juga terlihat menggeledah pelajar untuk mencari senjata.

Beberapa demonstran mengatakan mereka menjalin hubungan dengan rekan-rekan di Prancis.

“Kami saling mendukung karena menghadapi masalah yang hampir sama,” kata Alfred, seorang mahasiswa 19 tahun.

Amelia Di Salve, demonstran berusia 19 tahun, mengatakan gerakan di Belgia dimulai pada awal tahun ini dan kembali berkobar setelah demonstrasi di Prancis.

“Begitu melihat tidak ada yang berubah tanpa demonstrasi, kami memutuskan untuk memulai. Prancis cukup memengaruhi kami,” katanya.

Wali Kota Liege, Willy Demeyer, mengatakan kepada stasiun televisi RTBF, dia berharap ketenangan dan dialog bisa terjalin. Kaum muda juga bisa menyampaikan keluhan mereka dengan cara damai.

Ibu Kota Brussel juga diguncang demonstrasi diwarnai bentrokan dengan polisi pada Juni. Saat itu massa mahasiswa mendesak pemerintah melakukan reformasi pendidikan setelah menaikkan biaya kuliah di komunitas berbahasa Prancis yakni menjadi 1.194 dari 835 euro.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut