Siagakan Jet Tempur Hadapi China, Angkatan Udara Taiwan: Kami Siap Merespons Kapan Saja
Di hanggar dengan keamanan tinggi, kru penerbangan dari First Tactical Fighter Wing bergegas menyiapkan dua IDF saat bel alarm berbunyi. Ini bertujuan untuk mengeluarkan mereka dari darat dalam waktu lima menit setelah panggilan darurat, Mereka juga dipersenjatai dengan Sidewinders buatan AS yang dikembangkan di dalam negeri. Selain itu, ada juga rudal jelajah udara-ke-darat (air-to-ground) Wan Chien yang disiagakan Taiwan.
Salah satu petinggi militer Taiwan, Kolonel Lee Ching Shi mengatakan, jet-jet tempur Taiwan biasanya membawa senjata, Sidewinders, dan rudal Sky Sword buatan dalam negeri ketika bereaksi terhadap jet-jet tempur China. Menurut dia, armada militer itu dapat merespons ancaman “kapan saja”.
“Kami siap (hadapi China). Kami tidak akan menyerahkan satu inci pun wilayah kami,” katanya kepada Reuters, dalam kunjungan yang diselenggarakan pemerintah ke pangkalan itu.
Dalam latihan kemarin, empat pesawat IDF tampak melakukan pendaratan formasi taktis dan latihan lepas landas berguling, menderu menjauh dari landasan.
China belum memberikan penjelasan publik apa pun mengenai aksi pesawat tempurnya pada akhir pekan lalu di wilayah udara Taiwan. Amerika Serikat menanggapi manuver tersebut dengan menyerukan China agara berhenti menekan Taiwan. Washington DC juga menegaskan kembali komitmennya terhadap negara pulau itu.
Angkatan Udara Taiwan terlatih dengan baik. Akan tetapi, jumlah pesawat tempurnya jauh lebih sedikit daripada yang dipunyai China. Taipei berada di bawah tekanan karena hampir terus-menerus menanggapi peningkatan aktivitas militer China di dekat pulau itu, dalam beberapa bulan terakhir.
“Semua sayap berada di bawah tekanan yang cukup besar, tapi selama Angkatan Udara (Taiwan) ada di sini, kami akan bereaksi sesuai aturan kesiapan pertempuran terkait,” kata pilot Wang Chih Chan.
Editor: Ahmad Islamy Jamil