Singapura Luncurkan Bank Otak Pertama, Siapa Mau Jadi Donor?
Bank otak ini diyakini sebagai yang pertama di Asia Tenggara, sementara pusat-pusat serupa sudah didirikan di China, Eropa, dan Amerika Serikat.
Para ilmuwan mengatakan, bank itu penting karena ada perbedaan signifikan dari pengaruh gangguan neurologis seperti penyakit Alzheimer dan Parkinson kepada otak orang-orang dari ras Kaukasia dan Asia. Ini berarti bahwa pengobatan dan perawatan dari dunia barat tidak dapat serta-merta diterapkan di Asia.
"Kita sekarang tahu bahwa latar belakang genetik sangat penting dalam menentukan timbulnya dan berkembangnya gangguan tersebut. Sangat penting bahwa ahli saraf di Singapura memiliki akses ke jaringan otak dari pasien dengan latar belakang genetik dan etnis yang sesuai," kata Profesor Richard Reynolds, direktur bank otak baru.
Profesor Lim Kah Leong, wakil dekan penelitian di sekolah kedokteran ini, mencatat bahwa donor dengan latar belakang China, Melayu, dan India mewakili wilayah besar di benua itu.
"Penelitian kami bisa menjadi penting bukan hanya di Singapura, tetapi juga di kawasan dan benua," katanya.