Singapura Tutup Seluruh Masjid untuk Cegah Virus Korona, Salat Jumat Ditiadakan

Anton Suhartono ยท Jumat, 13 Maret 2020 - 07:56 WIB
Singapura Tutup Seluruh Masjid untuk Cegah Virus Korona, Salat Jumat Ditiadakan

Singapura menutup semua masjid dan meniadakan Salat Jumat untuk mencegah penyebaran virus korona (Foto: AFP)

SINGAPURA, iNews.id - Sebanyak 70 masjid di Singapura akan ditutup selama 5 hari untuk pembersihan mulai Jumat (13/3/2020). Karena itu, pelaksanaan Salat Jumat hari ini ditiadakan.

Langkah ini diambil untuk mencegah penyebaran virus korona setelah dua warga Singapura yang menghadiri tabligh akbar di Selangor, Malaysia, positif terinfeksi.

Sekitar 90 warga Singapura menghadiri tabligh akbar yang berlangsung pada akhir Februari itu dan beberapa dari mereka aktif ke masjid untuk melaksanakan salat berjamaah.

Dewan Agama Islam Singapura (MUIS), seperti dikutip dari The Straits Times, menyatakan, untuk mencegah cluster penyebaran maka semua masjid ditutup sementara.

Disebutkan, sejak Kamis ada empat masjid yang ditutup untuk dibersihkan, yakni Masjid Jamae Chulia di South Bridge Road, Masjid Al Muttaqin di Ang Mo Kio, Masjid Hajjah Fatimah di Beach Road, dan Masjid Kassim di Changi Road.

Menteri Urusan Muslim Masagos Zulkifli mengatakan, seorang peserta tabligh akbar yang terinfeksi virus korona diketahui pernah mengunjungi empat masjid itu.

Pria yang juga menjabat Menteri Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Air itu menjelaskan, keputusan untuk menutup semua masjid di Singapura dibuat demi melindungi masyarakat, terutama jamaah seperti orang tua yang berisiko terpapar.

"Kita perlu melindungi diri, masyarakat, dan orang-orang yang kita cintai. Terlebih lagi, dampaknya, efek dari Covid-19 pada lanjut usia," tuturnya.

Sejak Kamis, semua kegiatan masjid, seperti ceramah dan kelas agama, sudah ditiadakan sampai 27 Maret. Evaluasi akan dilakukan pada 16 Maret tentang kondisi kebersihan masjid sebelum perintah untuk dibuka kembali diterapkan.

Keputusuan penutupan masjid juga diperkuat oleh Komite Fatwa yang diketuai Nazirudin Mohd Nasir. Komite memberikan panduan kepada umat Islam bahwa penangguhan Salat Jumat merupakan kebutuhan demi kesehatan dan keselamatan masyarakat.

"Komite fatwa melihat hal ini dari banyak sudut dan mengeluarkan fatwa untuk memungkinkan penutupan masjid serta penangguhan salat berjamaah, termasuk Salat Jumat, ketika itu sangat penting bagi kami untuk terus melindungi masyarakat dan kelompok yang rentan," kata Nazirudin.

Sebagai ganti Salat Jumat, lanjut dia, umat Islan di Singapura diminta melaksanakan Salat Zuhur seperti biasa. Sementara itu khotbah Jumat akan disampaikan secara online.


Editor : Anton Suhartono