Sinovac Bakal Uji Coba Vaksin Covid-19 pada Anak-Anak Akhir Bulan Ini

Ahmad Islamy Jamil ยท Kamis, 17 September 2020 - 14:18 WIB
Sinovac Bakal Uji Coba Vaksin Covid-19 pada Anak-Anak Akhir Bulan Ini

Vaksin Covid-19 buatan Sinovac. (Foto: AFP)

BEIJING, iNews.id – Produsen vaksin asal China, Sinovac Biotech, akan memulai uji klinis vaksin Covid-19 eksperimental mereka kepada anak-anak dan remaja, akhir bulan ini. Langkah itu bakal memperluas cakupan uji coba kandidat vaksin tersebut, yang kini sudah dalam tahap akhir uji pada orang dewasa.

Kehadiran vaksin yang mampu bekerja untuk seluruh populasi, baik tua maupun muda, menjadi sangat penting untuk mencegah penularan virus corona melalui sekolah dan taman kanak-kanak—yang juga berpotensi memengaruhi para guru dan orang tua. Sampai hari ini, wabah Covid-19 telah menyebabkan lebih dari 930.000 orang meninggal di seluruh dunia.

Reuters melansir, sebanyak 552 peserta sehat berusia antara 3—17 tahun akan menggunakan dua dosis CoronaVac Sinovac yang terdaftar di AS atau plasebo dalam uji coba gabungan fase 1 dan fase 2. Uji klinis vaksin pada kelompok anak-anak dan remaja itu akan dimulai pada 28 September di Provinsi Hebei, China, menurut sebuah catatan registrasi diterbitkan otoritas China pada Rabu (16/9/2020).

“Uji coba ini telah disetujui oleh regulator China,” kata juru bicara Sinovac, Kamis (17/9/2020).

China telah menginokulasi puluhan ribu warga negara itu dengan vaksin corona eksperimental. Pengembangan vaksin itu kemudian menarik minat internasional. Sebagai bagian dari program itu, CoronaVac, yang diuji dalam uji coba skala besar tahap akhir di Brasil, Indonesia, dan Turki, telah diberikan kepada sekitar 90 persen karyawan Sinovac Biotech beserta keluarga mereka.

Data sejauh ini menunjukkan, virus corona umumnya menyebabkan penyakit yang lebih ringan pada anak-anak dibandingkan dengan orang dewasa. Akan tetapi, pada beberapa kasus, ada juga anak-anak yang membutuhkan perawatan intensif setelah terjangkit virus itu, menurut catatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Ratusan anak yang terinfeksi corona dirawat di rumah sakit AS karena mengidap sindrom peradangan yang langka namun parah. Beberapa gejala yang mereka alami antara lain seperti demam, ruam di kulit, dan pembengkakan kelenjar.

Sinovac menyatakan, hingga awal bulan ini CoronaVac tampaknya aman dan mampu menginduksi antibodi untuk orang tua. Sementara, tingkat antibodi yang dihasilkan vaksin itu sedikit lebih rendah daripada yang terlihat pada orang dewasa yang berusia lebih muda, berdasarkan hasil uji coba tahap awal hingga tahap pertengahan.

Editor : Ahmad Islamy Jamil