Soal Eksploitasi ABK WNI di Kapal Ikan, Kemlu Akan Panggil Dubes China

Ahmad Islamy Jamil · Kamis, 07 Mei 2020 - 12:15:00 WIB
Soal Eksploitasi ABK WNI di Kapal Ikan, Kemlu Akan Panggil Dubes China
Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta (ilustrasi). (Foto: kemlu.go.id)

JAKARTA, iNews.id – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) berencana memanggil Duta Besar China untuk Indonesia, Xiao Qian, untuk meminta penjelasan tentang perlakuan yang diterima para anak buah kapal (ABK) Indonesia yang bekerja di kapal ikan berbendera China. Rencana pemanggilan dubes China itu menyusul viralnya video pelarungan jenazah ABK Indonesia yang bekerja di kapal Long Xin.

“Guna meminta penjelasan tambahan mengenai alasan pelarungan jenazah (apakah sudah sesuai dengan Ketentuan ILO) dan perlakuan yang diterima ABK WNI lainnya, Kemlu akan memanggil Duta Besar RRT,” ungkap Kemlu dalam pernyataan resmi yang dikutip di Jakarta, Kamis (7/5/2020).

Menurut kementerian itu, KBRI Beijing telah menyampaikan nota diplomatik untuk meminta klarifikasi mengenai kasus tersebut. Dalam penjelasannya, Kemlu RRT mengklaim bahwa pelarungan telah dilakukan sesuai praktik kelautan internasional untuk menjaga kesehatan para awak kapal lainnya.

“Sebelumnya, Kemlu bersama kementerian/lembaga terkait juga telah memanggil manning agency untuk memastikan pemenuhan hak-hak awak kapal WNI. Kemlu juga telah menginformasikan perkembangan kasus dengan pihak keluarga,” kata pernyataan itu.

Menurut Kemlu, pemerintah, baik melalui perwakilan Indonesia di Selandia Baru, RRT, dan Korea Selatan maupun di Pusat, memberi perhatian serius atas permasalahan yang dihadapi ABK Indonesia di kapal China Long Xin 605 dan Tian Yu 8. Dua kapal itu beberapa hari lalu berlabuh di Busan, Korea Selatan dan membawa 46 awak kapal WNI. Sebanyak 15 ABK WNI diantaranya berasal dari kapal Long Xin 629.

“KBRI Seoul berkoordinasi dengan otoritas setempat telah memulangkan 11 awak kapal pada 24 April 2020. 14 awak kapal lainnya akan dipulangkan pada 8 Mei 2020,” kata Kemlu.

KBRI Seoul juga sedang mengupayakan pemulangan jenazah ABK WNI berinisial E yang meninggal di RS Busan karena pneumonia. Sementara, 20 awak kapal lainnya melanjutkan bekerja di kapal Long Xin 605 dan Tian Yu 8.

Pada Desember 2019 dan Maret 2020, pada kapal Long Xin 629 dan Long Xin 604, terjadi kematian tiga ABK WNI saat kapal sedang berlayar di Samudera Pasifik. “Kapten kapal menjelaskan bahwa keputusan melarung jenazah karena kematian disebabkan penyakit menular dan hal ini berdasarkan persetujuan awak kapal lainnya.”

Editor : Ahmad Islamy Jamil