Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : CVSKL Malaysia Pakai Teknologi Mutakhir LithiX untuk Atasi Masalah Jantung
Advertisement . Scroll to see content

Sosok Sultan Ibrahim, Raja Baru Malaysia yang Gemar Koleksi Mobil dan Motor Mewah

Rabu, 31 Januari 2024 - 12:26:00 WIB
Sosok Sultan Ibrahim, Raja Baru Malaysia yang Gemar Koleksi Mobil dan Motor Mewah
Sultan Ibrahim dari Johor saat dilantik menjadi Raja Malaysia di Istana Negara, Kuala Lumpur, Rabu (31/1/2024). (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

Reuters melansir, Sultan Ibrahim terkenal karena sikapnya yang terus terang dan kepribadiannya yang lugas. Dia sering kali mempertimbangkan masalah politik negaranya. 

Dia memiliki banyak koleksi mobil mewah dan sepeda motor sejenis. Sebagai penggemar sepeda motor, Sultan Ibrahim adalah pendiri acara tur sepeda motor tahunan, Kembara Mahkota Johor. 

Sultan Ibrahim juga memiliki kepentingan bisnis yang luas mulai dari real estat hingga pertambangan, termasuk saham di Forest City, yaitu proyek reklamasi dan pengembangan lahan senilai 100 miliar dolar AS yang didukung China di lepas pantai Johor. 

Menjelang pelantikannya, Sultan Ibrahim mengatakan kepada surat kabar Singapura The Straits Times bahwa dia bermaksud menjadi raja yang aktif dan mengusulkan agar perusahaan minyak negara Malaysia, Petroliam Nasional (Petronas) dan badan antikorupsi negara tersebut untuk bertanggung jawab langsung kepada raja. 

Dia juga menyampaikan rencananya untuk menghidupkan kembali proyek jalur kereta api berkecepatan tinggi yang terhenti antara Malaysia dan Singapura, dengan perbatasan melintasi Forest City. 

Di Malaysia, raja memainkan peran yang sebagian besar bersifat seremonial. Akan tetapi, pengaruhnya telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir, sehingga mendorong raja untuk menggunakan kekuasaan diskresi yang jarang digunakan untuk meredam ketidakstabilan politik. 

Di bawah sistem monarki yang unik, kepala dari sembilan negara bagian di Malaysia bergiliran menjadi raja setiap lima tahun. Mereka yang menjadi kepala negara diberi gelar "Yang di-Pertuan Agong".

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut