Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo Panggil Bos Garuda Indonesia dan Pindad ke Istana, Ini yang Dibahas 
Advertisement . Scroll to see content

Studi Harvard: Risiko Penularan Covid di Pesawat Lebih Rendah Dibanding Belanja

Sabtu, 07 November 2020 - 20:07:00 WIB
Studi Harvard: Risiko Penularan Covid di Pesawat Lebih Rendah Dibanding Belanja
Sejumlah pesawat tengah menaikkan dan menurunkan penumpang di bandara (ilustrasi). (Foto: ANTARA)
Advertisement . Scroll to see content

Para peneliti juga menemukan, masker wajah secara signifikan mengurangi risiko penularan penyakit selama krisis Covid-19. Semua maskapai penerbangan telah mewajibkan penggunaan masker kepada penumpang; menambahkan prosodur pembersihan baru, dan; menerapkan protokol kesehatab untuk mengelola naik dan turun pesawat.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS bulan ini juga mengeluarkan “rekomendasi kuat” bahwa semua penumpang dan karyawan di pesawat dan di bandara harus memakai masker untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Laporan Harvard mengatakan, risiko tetap ada yang dapat menyebabkan orang-orang sebelum atau tanpa gejala yang menular tidak sadar akan risiko itu dan memilih untuk terbang.

Studi tersebut sekaligus menguatkan hasil penelitian Departemen Pertahanan AS yang dirilis awal Oktober lalu yang menemukan bahwa risiko paparan virus corona dalam penerbangan sangat rendah.

Saat penumpang duduk dengan mengenakan masker, potensi penularan virus dalam zona pernapasan di sekitar kepala seseorang rata-rata hanya berada di kisaran 0,003 persen, bahkan ketika semua kursi di pesawat terisi penuh, demikian temuan studi itu.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut