Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ariana Grande Terkena Covid-19 hingga Sejumlah Acara Dibatalkan, Begini Kondisinya
Advertisement . Scroll to see content

Studi Harvard: Risiko Penularan Covid di Pesawat Lebih Rendah Dibanding Belanja

Sabtu, 07 November 2020 - 20:07:00 WIB
Studi Harvard: Risiko Penularan Covid di Pesawat Lebih Rendah Dibanding Belanja
Sejumlah pesawat tengah menaikkan dan menurunkan penumpang di bandara (ilustrasi). (Foto: ANTARA)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON DC, iNews.id – Sebuah penelitian menunjukkan, risiko penularan Covid selama penerbangan dengan pesawat sangat rendah. Bahkan, risiko penularan penyakit itu saat penerbangan juga berada di bawah sejumlah aktivitas rutin lainnya selama pandemi, seperti berbelanja bahan makanan atau pergi makan malam di luar rumah.

Syaratnya, para pengguna jasa penerbangan tetap harus mengenakan masker dan menerapkan langkah-langkah pencegahan lainnya. Temuan itu diungkapkan para peneliti di Sekolah Kesehatan Masyarakat Universitas Harvard, pekan lalu.

Reuters melansir, laporan studi tersebut menemukan bahwa risiko penularan dapat dikurangi ke tingkat yang sangat rendah melalui kombinasi “tindakan pengendalian infeksi berlapis”.

Penelitian tersebut didanai oleh Airlines for America—sebuah grup perdagangan yang mewakili maskapai asal AS seperti American Airlines, United Airlines UAL.O, Delta Air Lines DAL.N, dan beberapa perusahaan penerbangan lainnya. Selain itu, sejumlah konsorsium produsen pesawat, peralatan penerbangan, dan operator bandara juga terlibat dalam pendanaan studi itu.

Penelitian tersebut muncul di saat berbagai maskapai penerbangan Amerika kehilangan miliaran dolar AS setiap bulan karena permintaan penumpang tetap menurun 65 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya karena wabah virus corona.

Tahun ini, operator di Amerika Serikat hanya mengoperasikan 50 persen penerbangan dari yang mampu mereka lakukan pada 2019. Beberapa maskapai penerbangan baru-baru ini mengumumkan rencana baru untuk mengakhiri peniadaan kursi tengah penumpang di pesawat saat pandemi masih berlangsung.

Tim Inisiatif Kesehatan Masyarakat Penerbangan di Harvard telah merekomendasikan strategi untuk mengurangi risiko penularan di pesawat, baik saat naik maupun turun dari kendaraan itu. Temuan baru itu diperoleh setelah banyak maskapai penerbangan memerintahkan penggunaan masker, di samping meningkatkan prosedur pembersihan pesawat dan merevisi prosedur tata cara naik pesawat.

“Dengan jutaan jam terbang penumpang, hanya ada sedikit bukti hingga saat ini yang menunjukkan penularan penyakit di dalam pesawat,” ungkap tim peneliti.

Laporan tersebut mencatat, pesawat penumpang komersial dilengkapi dengan sistem ventilasi yang menyegarkan udara kabin rata-rata setiap 2-3 menit. Sistem itu juga menghilangkan lebih dari 99 persen partikel ukuran SARS-CoV-2, virus penyebab Covid-19.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut