Studi: Infeksi Ringan Covid-19 Pun Mungkin Bisa Merusak Otak
Bagian yang terpentingnya, tim menemukan bahwa diagnosis ADEM tidak terkait dengan seberapa parah penyakit pernapasan akibat Covid-19 dialami pasien. “Mengingat penyakit ini baru ada selama beberapa bulan, kami mungkin belum tahu kerusakan jangka panjang apa yang dapat disebabkan Covid-19,” kata Ross Paterson dari Queen Square Institute of Neurology, UCL.
“Dokter perlu mewaspadai kemungkinan efek neurologis, karena diagnosis dini dapat meningkatkan hasil pasien,” tuturnya.
Dengan lebih dari 11 juta kasus infeksi yang dikonfirmasi di seluruh dunia, Covid-19 diketahui menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan selain infeksi paru-paru. Sementara, beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa komplikasi otak bisa jadi menjadi lebih umum di antara pasien virus corona daripada yang diperkirakan sebelumnya. Akan tetapi, kata para ahli, itu bukan berarti bahwa kasus kerusakan otak telah menyebar luas.
Editor: Ahmad Islamy Jamil