Studi Terbaru terhadap Mumi Ungkap Misteri Kematian Firaun 3.600 Tahun Silam

Djairan ยท Sabtu, 20 Februari 2021 - 17:07:00 WIB
Studi Terbaru terhadap Mumi Ungkap Misteri Kematian Firaun 3.600 Tahun Silam
Tim peneliti memeriksa sarkofagus yang ditemukan pada salah satu lokasi ekskavasi di Mesir, tahun lalu. (Foto: AFP)

KAIRO, iNews.id – Sebuah hasil studi teknologi mutakhir menemukan petunjuk baru dalam memecahkan misteri kematian salah satu firaun alias raja di zaman Mesir Kuno, 3.600 tahun setelah dia dibunuh. Raja itu adalah Seqenenre Tao II, yang memimpin Mesir Selatan sekitar 1.600 tahun sebelum Masehi.

Dia digelari "pemberani" karena memimpin pasukan Mesir melawan Hyksos, dinasti asal Asia Barat yang mengambil alih Delta Nil. Sebelumnya, jasad Seqenenre Tao II telah diperiksa dengan sinar X pada 1960-an. Sejak saat itu, muncul teori bahwa dia terbunuh dalam pertempuran atau pembunuhan di istana, namun belum ada fakta lebih lanjut.

Dalam hasil studi yang dirilis Kementerian Kepurbakalaan Mesir baru-baru ini, ditemukan ada luka di kepala sang firaun—yang pada penelitian sebelumnya tertutupi oleh pembalseman saat dijadikan mumi

Melalui proses CT scan dan menghasilkan gambar 3D, arkeolog Zahi Hawass dan profesor radiologi Universitas Kairo, Sahar Salim, mendapati temuan baru. Mereka menyimpulkan bahwa luka itu menunjukkan Seqenenre Tao II dibunuh dalam upacara eksekusi khusus setelah ditawan di medan perang.

“CT scan mengungkapkan rincian cedera di kepala, termasuk luka yang belum ditemukan dalam pemeriksaan sebelumnya, yang disembunyikan dengan terampil oleh para pembalsem,” ungkap Kementerian Kepurbakalaan Mesir dalam pernyataan resmi, dikutip dari Alarabiyah, Sabtu (20/2/2021).

Para peneliti kemudian mempelajari luka-luka tersebut, dan mencocokkannya dengan berbagai senjata peninggalan Dinasti Hyksos yang disimpan di Museum Mesir di Kairo. Senjata itu termasuk kapak, tombak, dan beberapa belati.

Editor : Ahmad Islamy Jamil

Halaman : 1 2