Syok Berat, Ibu Ini Terima Tagihan Listrik Rp374 Triliun
Dalam tagihan tercantum, biaya tersebut harus dibayar tunai hingga November 2018 dan pembayaran pertama dilakukan pada Desember 2017, yakni sebesar USD28.156.
Mengetahui kejanggalan tersebut, anak Horomanski langsung menghubungi Penelec. Di situ terungkap bahwa ada kesalahan penulisan tagihan, yakni USD284,46 atau sekitar Rp3,2 juta.
Juru bicara Penelec, Mark Durbin, memastikan kesalahan penulisan tagihan itu karena faktor error dari sistem perusahaan.
"Saya tidak pernah melihat tagihan sampai miliaran dolar," kata Durbin.
Pihaknya mengapresiasi inisiatif pelanggan untuk melapor soal kesalahan ini.
Sementara itu, Horomanski lega setelah mendengar keterangan Penelec. Untuk memggambarkan rasa syoknya, Horomanski berseloroh dengan meminta kepada anaknya dibelikan alat monitor detak jantung sebagai hadiah Natal.
Editor: Anton Suhartono