Tabrakan Kereta Cepat Spanyol Tewaskan 68 Orang, Dipicu Sistem Komputer Error
MADRID, iNews.id - Korban tewas tabrakan dua kereta cepat di Toledo, Spanyol, Rabu (28/10/2026), bertambah menjadi 68 orang. Insiden itu disebut sebagai kecelakaan kereta paling mematikan dalam sejarah Eropa modern.
Dua kereta tersebut membawa lebih dari 500 penumpang saat kejadian. Satu kereta cepat menabrak kereta lainnya dari belakang saat sedang berhenti, menyebabkan dua gerbong terlempar dan terguling di lapangan sebelah rel. Sementara itu gerbong-gerbong lainnya tergelincir.
"Koper-koper beterbangan, orang-orang mulai berteriak," demikian pengakuan seorang korban selamat kepada BBC, dikutip Kamis (29/10/2026).
Menteri Perhubungan Spanyol Oscar Puente mengatakan, kegagalan sistem komputer menyebabkan enam kereta cepat, termasuk dua yang mengalami kecelakaan, ikut terdampak, salah satunya berhenti total.
"Jika terjadi kegagalan sistem, pusat kendali akan mengambil alih," kata Puente.
Setelah itu, pusat kendali yang menentukan mana kereta yang bisa melanjutkan perjalanan tanpa pembatasan kecepatan.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengatakan, seluruh warga sedang berduka. Dia berjanji mengusut tuntas kecelakaan tersebut.
"Kami akan mengusut tuntas kejadian ini, dan jika ditemukan adanya kelalaian, maka hal itu akan terungkap," ujarnya.
Editor: Anton Suhartono