Taiwan Khawatir Kekuatan Militernya Dilumpuhkan China Pakai Serangan Elektronik
TAIPE, iNews.id - Taiwan menyatakan China mampu melumpuhkan pertahanan militer negara tersebut. Negara yang beribu kota di Taipe ini berharap pemerintah Amerika Serikat (AS) memberikan lebih banyak dukungan.
Pernyataan ini disampaikan Kementerian Pertahanan Taiwan dalam laporan tahunan kepada anggota parlemen. Laporan yang disampaikan tersebut dinilai lebih mengerikan dibanding tahun lalu.
Dalam laporan tersebut, China mampu menetralisir pertahanan udara dan laut Taiwan. Tapi China dinilai masih memiliki kekurangan dalam kemampuan melancarkan serangan penuh terhadap Taiwan.
Meski masih memiliki kekurangan, China dinilai mampu melancarkan balasan dengan yang disebut 'serangan elektronik lunak dan keras'. Salah satunya memblokir komunikasi di seluruh bagian Barat gugusan pulau yang membentang dari Jepang melalui Taiwan hingga Filipina.
Warga Taiwan Marah ke Lee/Wang Peraih Emas Olimpiade Tokyo, Ada Masalah Apa?
"Tentara internet China meluncurkan serangan kabel dan nirkabel terhadap internet global, yang pada awalnya akan melumpuhkan pertahanan udara kami, komando laut, dan kemampuan sistem serangan balik, menghadirkan ancaman besar bagi kami," bunyi laporan Kementerian Pertahanan Taiwan.
Amerika Serikat dan Jepang menyatakan keprihatinan tentang kerentanan Taiwan atas investasi militer China yang telah berlangsung selama beberapa dekade. Juga atas upaya Presiden Xi Jinping untuk meningkatkan tekanan pada pemerintah Taiwan.
Pemerintah Beijing memandang Taiwan sebagai provinsi pemberontak. China ingin pulau itu kembali bersatu, dengan kekerasan jika perlu.
Dalam beberapa tahun terakhir, Tentara Pembebasan Rakyat telah meningkatkan serangan ke zona identifikasi pertahanan udara Taiwan. Serangan itu dinilai sebagai upaya untuk menunjukkan kemampuan untuk menolak upaya sekutu untuk mempertahankan pulau itu.
AS terus memasok senjata untuk mendukung pemerintah di Taipei, dan memutuskan hubungan demi Beijing lebih dari empat dekade lalu. Anggota parlemen Amerika telah mendesak upaya yang lebih besar untuk memastikan pertahanan tersebut.
Editor: Umaya Khusniah