Tak Ingin Penyiksaannya Dibesar-besarkan, Greta Thunberg: Fokus pada Gaza!
Namun, kesaksian dari sesama aktivis mengungkapkan kebrutalan pasukan Israel. Aktivis asal Turki, Ersin Celik, mengatakan Thunberg dijambak, dipukuli, dan dipaksa mencium bendera Israel.
Saksi lain, jurnalis Italia Lorenzo D’Agostino, menyebut tentara Israel bahkan menyelimuti Greta dengan bendera Israel kemudian mengaraknya seperti trofi di hadapan tahanan lain.
Sumber diplomatik Swedia di Tel Aviv juga mengonfirmasi adanya laporan bahwa Thunberg dipaksa berpose sambil memegang bendera Israel untuk difoto.
Dalam email resmi, disebutkan Thunberg merasa “dipermalukan dan diperlakukan tidak manusiawi.”
Selama penahanan, aktivis berusia 22 tahun itu tidak mendapat air bersih dan makanan layak, bahkan harus tidur di sel penuh kutu busuk hingga mengalami dehidrasi dan luka di kulit.
Meski begitu, Greta tetap menolak menjadikan pengalamannya sebagai pusat cerita.
Editor: Anton Suhartono