Tak Jelas Kapan Berakhir, Perang Timur Tengah Mulai Bikin Negara Teluk Gerah
WASHINGTON, iNews.id - Negara-negara sekutu Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk mulai frustrasi dengan perang melawan Iran yang tak kunjung berakhir. Mereka bahkan mulai mempertanyakan kebijakan Presiden AS Donald Trump yang dinilai membuat negara-negara Teluk ikut menanggung dampak konflik tersebut.
"Trump memulai perang ini, dan kita yang membayar harganya," kata seorang pejabat negara Teluk, kepada surat kabar The Washington Post, dikutip Selasa (18/8/2026).
Menurut dia, kemarahan negara-negara Teluk terhadap Washington kini telah mencapai titik tertinggi. Kekecewaan tersebut muncul karena sejumlah negara di kawasan semakin intensif menjadi sasaran serangan rudal dan drone Iran serta kelompok-kelompok proksi sebagai respons terhadap operasi militer AS.
Enam negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), yakni Oman, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Kuwait, dan Arab Saudi, terdampak konflik tersebut. Yordania dan Irak juga menjadi sasaran serangan.
Seorang diplomat Barat yang bertugas di kawasan Teluk mengatakan, perkembangan tersebut memang menunjukkan meningkatnya ketidakpuasan terhadap AS. Namun, menurut dia, belum ada tanda bahwa negara-negara Teluk akan secara drastis mengubah hubungan mereka dengan Washington.