Tak Kasih Ampun, Iran Hancurkan 20 Pangkalan Militer AS di 8 Negara Arab selama Perang
TEHERAN, iNews.id - Fakta-fakta baru terkait perang Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran mulai terungkap, termasuk dampak serangan Teheran terhadap pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Hasil analisis BBC, berdasarkan gambar satelit dari beberapa perusahaan penyedia layanan, mengungkap Iran telah merusak 20 fasilitas militer AS sejak dimulainya perang pada 28 Februari.
Disebutkan, fasilitas yang menjadi sasaran serangan rudal dan drone Iran tersebar di Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Kuwait, Irak, Yordania, Bahrain, dan Oman, demikian temuan analisis BBC Verify.
Meski para pejabat pemerintahan Presiden Donald Trump berulang kali mengatakan, sebagian besar kemampuan militer Iran telah hancur, namun pada kenyataannya tidak demikian. Iran justru semakin menunjukkan kebrutalan serangannya.
Trump Disebut bakal Perketat Syarat untuk Akhiri Perang Iran, Apa Saja?
Para pengamat mengatakan, kerusakan yang terhadi di fasilitas-fasilitas AS menunjukkan, serangan balasan Iran lebih tepat dan lebih luas daripada yang diakui secara publik oleh para pejabat Gedung Putih.
Di antara kerugian signifikan tersebut adalah tiga sistem baterai rudal anti-balistik canggih di Pangkalan Udara (Lanud) Al Ruwais dan Al Sader di UEA serta Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania.
Iran Tembak Jatuh Jet Tempur F-15 AS Pakai Rudal Murah Buatan China?
Ctra satelit juga menunjukkan, serangan Iran menghancurkan pesawat tanker dan mata-mata AS di Lanud Pangeran Sultan di Arab Saudi. Puing-puing pesawat dan bekas kebakaran terlihat di lokasi.
Di antara pesawat yang diidentifikasi oleh analis MAIAR adalah pesawat mata-mata E-3 Sentry, yang menurut laporan media AS biaya penggantiannya mencapai 700 juta dolar AS.
Di tempat lain, serangan Iran juga menghantam Lanud Ali Al Salem dan Kamp Arifjan di Kuwait. Gambar MAIAR mengidentifikasi bunker penyimpanan bahan bakar, hanggar pesawat, dan barak pasukan yang hancur. Citra satelit juga menunjukkan, pangkalan tersebut diserang beberapa kali.
Di Kamp Arifjan, perusahaan intelijen pertahanan Janes melaporkan kerusakan signifikan pada peralatan komunikasi satelit.
Editor: Anton Suhartono