Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kombes Fahrurozi Bantah Tudingan Penipuan Tambang Emas, bakal Laporkan Balik WN Malaysia
Advertisement . Scroll to see content

Tambang Emas Runtuh, 67 Orang Tewas

Kamis, 17 September 2026 - 06:59:00 WIB
Tambang Emas Runtuh, 67 Orang Tewas
Ilustrasi tambang emas di Sudan runtuh menewaskan sedikitnya 67 orang (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

KHARTUM, iNews.id - Tambang emas di Sudan runtuh menewaskan sedikitnya 67 orang. Pencarian untuk puluhan bahkan mungkin ratusan korban lainnya masih berlangsung.

Korban selamat mengatakan, tambang emas Al Zara di Kota Nuhud, Provinsi Kordofan Barat, runtuh pada Selasa (15/9/2026) malam, mengubur ratusan orang pekerja di dalamnya. 

Kordofan Barat merupakan wilayah yang dikendalikan Pasukan Dukungan Reaksi Cepat (RSF), paramiliter yang berperang melawan pasukan pemerintah Sudan selama lebih dari 3 tahun.

Jaringan Dokter Sudan, lembaga kemanusiaan medis, menyatakan jumlah korban tewas masih mungkin bertambah karena tim SAR masih mencari orang-orang yang terjebak di reruntuhan. 

Kelompok itu menyatakan tambang tersebut beroperasi tanpa standar keselamatan dan perlindungan terhadap pekerja.

Namun data berbeda diungkap kelompok pemantau Observatorium Kordofan yang menyebutkan tambang mulai runtuh sejak Minggu (13/9/2026). Bagian yang runtuh merupakan kompleks lubang yang saling terhubung, membentang lebih dari 1 km. Disebutkan, 70 penambang tewas atau hilang di lokasi tersebut.

Al Amin Suliman, salah satu korban selamat, mengatakan petugas menemukan 60 jenazah hingga Rabu (15/9/2026) pagi dan masih banyak orang terjebak di dalam.

Sudan merupakan salah satu produsen emas terbesar di dunia, namun kecelakaan tambang mematikan bukan hal langka di negara itu.

Insiden tambang runtuh pada 2023 menewaskan 14 orang dan kejadian serupa pada 2021 merenggut 38 nyawa.

Sejumlah besar emas diselundupkan ke luar negeri untuk membiayai operasional RSF.

Sudan terjerumus dalam perang saudara sejak April 2023, waktu dimulainya pertempuran antara RSF dan pasukan pemerintah Sudan. Konflik tersebut telah menewaskan sedikitnya 59.000 orang, berdasarkan data Armed Conflict Location & Event Data.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut