Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tegas! Arab Saudi Tak Izinkan AS Gunakan Wilayah Udaranya untuk Serang Iran
Advertisement . Scroll to see content

Tentara Nigeria Tembaki Demonstran Tewaskan 10 Orang, Lagos seperti Kota Hantu

Kamis, 22 Oktober 2020 - 07:35:00 WIB
Tentara Nigeria Tembaki Demonstran Tewaskan 10 Orang, Lagos seperti Kota Hantu
Amnesty International menyebut setidaknya 10 orang tewas dalam demonstrasi di Lagos, Nigeria (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

LAGOS, iNews.id - Suasana ibu Kota Nigeria, Lagos, seperti kota mati pascapenembakan terhadap demonstran pada Selasa malam lalu. Amnesty International menyebut sedikitnya 10 orang tewas akibat kebrutalan militer itu.

Tidak ada yang tersisa di lokasi unjuk rasa damai mendorong pemerintahan lebih baik, kecuali pecahan kaca dan grafiti yang mengecam kekerasan polisi.

Sehari setelah insiden, tentara dan polisi memegang kendali keamanan di Lagos.

Kota terbesar di Afrika yang biasanya ramai dengan berbagai aktivitas kini seperti kota hantu. Ruang gerak sekitar 20 juta dibatasi dan mereka harus menjalani jam malam yang diberlakukan pihak berwenang.

Catatan Amnesty International menyebutkan, serangan terhadap sekitar 1.000 demonstran menyebabkan sedikitnya 10 orang tewas di Lagos. Dua lainnya tewas di lokasi unjuk rasa lainnya serta menyebabkan ratusan orang luka.

"Kami tidak punya tongkat, senjata, tidak ada apa-apa, semua yang kami pegang hanya bendera," kata pengunjuk rasa, Larry Matthew, dikutip dari AFP, Kamis (22/10/2020).

"Semua yang kami katakan adalah, 'damai, damai, damai', tapi tentara menolak. Sebelum kami menyadari, mereka mematikan kamera kemudian mematikan lampu dan mulai menembaki secara sporadis," ujarnya, menambahkan.

Saksi mata lainnya menceritakan, sebelum penembakan terjadi lampu jalan dan papan iklan yang menghadap ke tempat kejadian dimatikan.

Jurnalis AFP juga melihat, seseorang berjubah mengambil CCTV dari tempat kejadian sekitar 1 jam sebelum pasukan keamanan tiba.

Aktivis HAM menilai kekerasan yang terjadi telah direncanakan dan pelaku berusaha menyembunyikan barang bukti.

Gubernur Lagos awalnya mengatakan tidak ada korban jiwa, namun kemudian mengakui pihak berwenang sedang menyelidiki satu korban meninggal akibat pukulan benda tumpul di kepala.

"Beberapa memakai masker, mengenakan seragam tentara. Mereka menyerang kami dari belakang dan dari depan," kata demonstran rasa lainnya, Paul Sunday.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut