Tentaranya Tembak Mati 29 Warga, Panglima Militer Thailand Menangis Minta Maaf

Anton Suhartono ยท Selasa, 11 Februari 2020 - 13:37 WIB
Tentaranya Tembak Mati 29 Warga, Panglima Militer Thailand Menangis Minta Maaf

Jenderal Apirat Kongsompong meminta maaf sambil menangis terkait penembakan di Thailand (Foto: AFP)

BANGKOK, iNews.id - Panglima militer Thailand Apirat Kongsompong meminta maaf sambil menangis terkait penembakan yang dilakukan tentara Jakrapanth Thomma di Provinsi Nakhon Ratchasima pada Sabtu dan Minggu lalu hingga menewaskan 29 orang.

Korban terbanyak berada di mal Terminal 21 dan yang lainnya di kamp militer serta jalan. Selain itu 57 orang lainnya mengalami luka.

Dalam jumpa pers selama 90 menit di Bangkok, Selasa (11/2/2020), Apirat beberapa kali mengusap wajah yang dibasahi air mata.

"Saya, sebagai panglima militer, ingin meminta maaf dan mengatakan betapa saya menyesalkan insiden yang dilakukan oleh tentara ini," kata Apirat, dikutip dari Reuters.

"Pada menit, detik, saat pelaku menarik pelatuk dan membunuh, pada saat itu juga dia adalah penjahat dan bukan lagi seorang prajurit," ujarnya, menegaskan.

Drama penembakan berakhir pada Minggu pagi atau berlangsung 17 jam lebih setelah Jakrapanth ditembak mati oleh polisi di basement mal.

Pria 32 tahun itu memulai aksinya pada Sabtu dengan menembak komandannya, Anantharot Krasae (48), serta ibu mertua Anantharot, Anong Mitchan (63), dilatarbelakangi komisi penjualan rumah.

Di pangkalan militer, dia mencuri banyak senjata, amunisi, serta membawa kabur kendaraan militer. Dari situ Jakrapanth menuju pusat kota sambil melepaskan tembakan di jalanan termasuk di dekat kuil Budha.

Lebih lanjut Apirat mengatakan, polisi militer akan menyelidiki transaksi yang melibatkan Anantharot. Menurut dia, sang komandan mengambil keuntungan dari kesepakatan penjualan rumah di mana ada janji terhadap Jakrapanth yang dilanggar.

Pihak berwenang akan mencari tahu siapa lagi yang terlibat dalam penjualan rumah tersebut dan siap menerima pengaduan.

Dia juga meminta masyarakat untuk tidak menyalahkan militer, meskipun rakyat sipil yang menjadi korban.

"Tentara dan saya sudah menginstruksikan ini. Saya kira warga Thailand tidak ingin insiden ini terjadi lagi, jadi tolong jangan salahkan tentara atau mencaci maki tentara. Jika Anda ingin menyalahkan seseorang, salahkan Jenderal Apirat Kongsompong. Saya menerima semua kritik dan pendapat. Anda bisa menyalahkan saya karena saya pemimpin militer," kata Apirat.


Editor : Anton Suhartono