Terungkap, Hamas Mata-matai Akun Media Sosial Tentara Israel
TEL AVIV, iNews.id - Kebijakan terbaru militer Israel (IDF) untuk memeriksa akun media sosial seluruh personel wajib militer rupanya bukan keputusan yang muncul tiba-tiba. Sebuah laporan mengungkap fakta mengejutkan, anggota Hamas selama bertahun-tahun memata-matai konten unggahan tentara Israel di media sosial, memanfaatkannya sebagai sumber informasi intelijen.
Temuan ini menjadi alasan kuat di balik penerapan sistem pemantauan digital berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mulai diberlakukan IDF.
Hamas Gunakan Jejak Digital Tentara Israel sebagai Celah Intelijen
Menurut laporan Galei Zahal, radio militer Israel, Hamas secara konsisten mengumpulkan informasi dari unggahan tentara Israel di berbagai platform media sosial. Tanpa harus meretas sistem pertahanan, mereka cukup memantau foto tentara saat bertugas, unggahan video di pangkalan, tulisan yang mengisyaratkan pergerakan pasukan, serta konten yang mengungkap detail lokasi sensitif.
Dengan menganalisis posting-an itu, Hamas bisa memetakan pola, mengetahui titik kerentanan, dan mengidentifikasi lokasi militer yang seharusnya dirahasiakan.
Temuan ini membuat militer Israel lebih waspada dan menyadari bahwa media sosial telah berubah menjadi medan intelijen modern.
Israel Balas dengan Sistem AI Morpheus
Untuk menutup celah yang dimanfaatkan Hamas tersebut, IDF kini mengandalkan software berbasis AI bernama Morpheus. Sistem ini mampu melacak seluruh akun media sosial personel wajib militer, menganalisis naskah, foto, dan video, mendeteksi informasi sensitif seperti lokasi pangkalan, pos terdepan, atau keberadaan senjata rahasia, serta memberi peringatan otomatis kepada tentara yang melanggar aturan keamanan.
Jika ada unggahan yang dianggap rawan bocor ke pihak musuh, Morpheus segera merujuk kasus tersebut ke Departemen Keamanan Informasi untuk tindakan lebih lanjut.
Sistem ini dijadwalkan resmi diluncurkan pada Desember.