Terungkap, Putin Masih Beri Kesempatan Wagner Bekerja Sama tapi Prigozhin Ngeyel
"Banyak dari mereka yang mengangguk ketika saya mengatakan ini," ujarnya.
Meski demikian, lanjut Putin, Prigozhin tidak setuju.
"Prigozhin berkata setelah itu, 'Tidak, anak-anak tidak akan setuju dengan keputusan seperti itu," kata Putin, menirukan pernyataan Prigozhin.
Mantan kepala badan intelijen Rusia itu melanjutkan pernyataannya, ke depannya Wagner tak akan dalam bentuknya seperti saat ini.
Putin lalu mengatakan akan menyerahkan kepada jajarannya serta parlemen untuk menyusun kerangka hukum bagi aktivitas perusahaan militer swasta.
"Wagner tidak ada. Tidak ada undang-undang tentang organisasi militer swasta. Itu tidak ada," katanya.
Tentara bayaran Wagner memainkan peran kunci dalam mencapai kemajuan perang di Ukraina. Mereka berjasa merebut Kota Bakhmut pada Mei setelah pertempuran berbulan-bulan.
Meski demikian Prigozhin menuduh militer Rusia tak memberikan dukungan kepada anak buahnya. Selain itu Wagner tak senang dengan perlakuan Kementerian Pertahanan Rusia, termasuk soal dukungan amunisi. Bahkan Prigozhin menuduh pasukan Rusia membunuh anak buahnya melalui serangan udara.
Puncaknya, pada 23 Juni lali tentara Wagner memberontak dengan merebut Kota Rostov yang berada di perbatasan dengan Ukraina. Prigozhin juga mengerahkan pasukannya ke Moskow untuk menggulingkan kepemimpinan militer. Namun rencana itu diurungkan, dia menghentikan pemberontakan pada Sabtu (24/6/2023) malam setelah mencapai kesepakatan dengan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko yang bertindak mewakili Putin.
Editor: Anton Suhartono