Terungkap, Segini Jumlah Hulu Ledak Senjata Nuklir Milik Amerika
Di pemerintahannya Trump juga keluar dari pakta penting lainnya dengan Rusia yakni New Start Treaty. Kesepakatan ini membatasi jumlah hulu ledak nuklir kedua negara. Berhentinya kesepakatan bisa memicu perlombaan hulu ledak nuklir di kedua pihak.
Joe Biden mengusulkan perpanjangan New Start Treaty hingga 5 tahun mendatang dan disetujui mitranya dari Rusia, Vladimir Putin. Kesepakatan ini membatasi 1.550 jumlah hulu ledak nuklir yang dapat digunakan kedua negara.
Sebelumnya Trump juga menarik AS keluar dari perjanjian Intermediate-Range Nuclear Forces (INF) dengan Rusia. Trump ingin kesepakatan dibuat yang baru dengan melibatkan negara lain yang juga memproduksi rudal seperti China.
Berdasarkan data Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm pada Januari 2021, jumlah hulu ledak yang dimiliki AS, termasuk yang sudah tak digunakan, 5.550 unit. Sementara itu Rusia memiliki 6.255, China 350, Inggris 225, dan Prancis 290 hulu ledak.
India, Pakistan, Israel, dan Korea Utara secara gabungan memiliki sekitar 460 hulu ledak nuklir.
Editor: Anton Suhartono