Terus Naik, Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 di Arab Saudi Capai 86,1 Persen

Ahmad Islamy Jamil ยท Senin, 03 Agustus 2020 - 00:59 WIB
Terus Naik, Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 di Arab Saudi Capai 86,1 Persen

Pelaksanaan ibadah haji di tengah pandemi Covid-19 di Masjidil Haram, Makkah. (Foto: AFP)

RIYADH, iNews.idArab Saudi mengonfirmasi 1.357 kasus baru virus corona dalam 24 jam terakhir, sehingga total kejadian infeksi Covid-19 di sana menjadi 278.835 kasus. Adapun total pasien yang sudah sembuh dari penyakit saluran pernapasan tersebut di negara itu kini mencapai 240.081 orang atau 86,1 persen dari total kasus.

Tingkat kesembuhan pengidap virus corona di Arab Saudi terus naik secara signifikan, terutama dalam dua pekan ini. Sehari sebelumya, jumlah pasien Covid-19 yang sembuh di negara itu sebanyak 85,6 persen. Dengan begitu, ada peningkatan sebesar 0,5 persen per hari ini.

Alarabiyah melansir, dari total kasus baru infeksi yang dilaporkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Saudi, Minggu (2/8/2020) ini, 153 di antaranya terdapat di Kota Makkah. Kendati demikian, tidak ada kasus infeksi yang dikonfirmasi di tempat-tempat suci umat Islam.

Kota Riyadh memiliki jumlah kejadian infeksi baru terbanyak kedua dengan 94 kasus. Sementara, Kota Jeddah memiliki temuan kasus tertinggi ketiga yaitu sebanyak 72 kasus.

Ada 30 kasus kematian baru yang dilaporkan dalam 24 jam terakhir, sehingga jumlah pasien Covid-19 yang meninggal di Arab Saudi sejauh ini menjadi 2.917 kasus.

Sebelumnya, pada Rabu (29/7/2020) lalu, ribuan Islam di Arab Saudi memulai hari pertama ritual haji setelah mengisolasi diri lebih dulu di sebuah hotel yang ditunjuk pemerintah setempat di tengah langkah-langkah pencegahan Covid-19 yang ketat.

Dalam kondisi normal, haji diikuti lebih dari 2,5 juta Muslim dari seluruh dunia setiap tahun. Akan tetapi, tahun ini, jamaah dibatasi maksimal 10.000 orang. Dari jumlah itu, 70 persen adalah jamaah asing dan sisanya warga lokal.

Semua jamaah diharuskan mengikuti protokol kesehatan yang ketat, seperti mengenakan masker dan menjaga jarak sosial, selama pelaksanaan haji yang berlangsung 5 hari di kota suci Makkah dan sekitarnya.

Sebelum pelaksanaan haji mereka harus menjalani karantina serta pemeriksaan kondisi fisik. Karantina akan diberlakukan kembali setelah haji.

Editor : Ahmad Islamy Jamil