Tewas oleh Israel, Relawan Medis Razan Al Najjar Akan Nikah Bulan Ini
Dalam wawancara dengan The New York Times bulan lalu, Najjar mengatakan, dia ingin menunjukkan bahwa pekerjaan berbahaya ini juga bisa dilakoni perempuan. Najjar ikut turun membantu para korban demonstran Palestina di Gaza sejak 30 Maret 2018.
"Menjadi relawan medis bukan hanya pekerjaan laki-laki, tapi perempuan juga bisa," kata Najjar.

(Masyarakat Gaza antarkan jenazah Razan Al Najjar ke pemakaman/Foto: AFP)
Almarhumah merupakan warga Khuzaa, sebuah desa pertanian dekat perbatasan dengan Israel. Ayahnya pernah memiliki toko suku cadang sepeda motor. Namun toko itu luluh lantak akibat serangan rudal Israel saat perang pada 2014.
Anak pertama dari enam bersaudara itu mengakui bukan perempuan pintar secara akademis. Nilai ujian SMA-nya pun tak cukup mengantarkannya ke kampus idaman. Setelah itu, takdir mengantarkannya menjadi tenaga medis. Dia mengikuti pelatihan paramedis selama dua tahun di Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis.
Selepas itu Najjar menjadi relawan medis Palestinian Medical Relief Society, sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM).
Najjar menjadi korban tewas ke-119 dalam bentrokan antara demonstran Gaza dengan tentara Israel yang berlangsung sejak 30 Maret lalu. Namun jumlah total korban tewas hingga kemarin mencapai 123 orang.
Editor: Anton Suhartono