Thailand Bantah Tolak Pengungsi Myanmar yang Digempur Serangan Udara Pasukan Junta
MAE SARIANG, iNews.id - Thailand dituduh memaksa sekitar 2.000 pengungsi Myanmar kembali ke negaranya saat mereka digempur serangan udara pasukan pemerintahan junta militer. Pejabat Thailand di provinsi dan pusat membantah tuduhan itu.
Pasukan Myanmar menggempur basis pemberontak Karen di dekat perbatasan dengan Thailand pada pekan lalu, memaksa ribuan warga mencari perlindungan dengan menyeberang ke negara tetangga. Ini sebagai balasan atas serangan tentara Karen terhadap pos pemeriksaan yang menewaskan beberapa tentara Myanmar.
Pemberontak Karen mendukung demonstrasi warga Myanmar menolak kudeta Aung San Suu Kyi dan berjanji membantu mereka.
Video yang direkam seorang penduduk desa menunjukkan para pengungsi naik perahu di bawah pengawasan tentara Thailand.
Ribuan Warga Myanmar Kabur ke Thailand Setelah Junta Militer Gelar Serangan Udara
"Lihat, tentara Thailand menyuruh penduduk kembali. Di sini, lihat orang tua harus kembali. Lihat di sana, ada banyak tentara Thailand," demikian suara yang terdengar dalam rekaman video, seperti dilaporkan Reuters.
Gubernur Provinsi Mae Hong Son Thailand, Thichai Jindaluang, menyangkal kabar itu. Menurut dia, pengungsi tidak dipaksa kembali. Mereka berada di lokasi yang aman di pinggir perbatasan Distrik Mae Sariang dan Sop Moei.
Biadab, Aparat Myanmar Lepaskan Tembakan saat Pelayat Hadiri Pemakaman
Hal senada disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Thailand Tanee Sangrat yang mengatakan pasukannya menjaga pengungsi dengan baik.