Tim Independen PBB Laporkan Korut Diam-diam Kembangkan Rudal Balistik Hulu Ledak Nuklir

Arif Budiwinarto ยท Selasa, 04 Agustus 2020 - 09:45 WIB
Tim Independen PBB Laporkan Korut Diam-diam Kembangkan Rudal Balistik Hulu Ledak Nuklir

Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un (foto: KCNA)

NEW YORK, iNews.id - PBB mendapat laporan dari badan yang menangani sanksi nuklir Korea Utara menyatakan bahwa negara tersebut masih melanjutkan program nuklir. Korut disebut tengah mengembangkan hulu ledak nuklir yang dipasang di rudal balistik.

Laporan yang disampaikan oleh panel independen pemantau sanksi nuklir PBB meyakini enam uji coba nuklir terakhir Korut sebagai rangkaian pengembangan miniatur perangkat nuklir.

Pengembangan tersebut, berdasarkan isi laporan, memungkinkan Korut membangun sejumlah sistem rudal berhulu ledak nuklir serta meningkatkan kemampuan sejumlah perangkat penunjang penetrasi ke wilayah lain.

"Republik Demokratik Korea Utara masih melanjutkan program nuklir, termasuk memproduksi uranium yang diperkaya serta pembangunan reaktor air eksperimental ringan. Seseorang sumber pemerintahan Korut membenarkan pengembangan nuklir tersebut," demikian isi laporan yang dikutip dari Reuters, Selasa (4/8/2020).

Sampai berita ini diturunkan, misi Korea Utara untuk PBB di New York, Amerika Serikat, belum mau merespons permintaan untuk mengomentari hasil laporan tersebut.

Sebelumnya, pemimpin tertinggi Korut, Kim Jong-un mengatakan program nuklir negaranya bukan disiapkan untuk berperang, meskipun ada banyak ancaman dan tekanan militer dari dunia luar.

Korea Utara dijatuhkan sanksi oleh PBB sejak 2006 disebabkan program pengembangan nuklir serta persenjataan rudal balistik. Tak sampai disitu, Dewan Keamanan terus memperkuat sanksi dalam upaya memotong dana untuk program-program tersebut.

Kim Jong-un dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sudah tiga kali bertemu sepanjang 2018 lalu terkait program denuklirisasi Korut serta rencana mengakhiri sanksi negara tersebut.

Pada Mei 2018, Korut menindaklanjuti hasil pembicaraan tersebut dengan meledakkan terowongan di lokasi uji coba nuklir utamanya di Punggyeri sebagai bukti komitmen Pyongyang untuk mengakhiri program nuklir.

Namun, mereka tidak mengizinkan para ahli menyaksikan peledakan tersebut. Laporan PBB mengatakan bahwa peledakan tersebut hanya menghancurkan pintu masuk terowongan dan tidak ada indikasi penghancuran yang komprehensif. Sehingga muncul kecurigaan Korut bisa membangun kembali fasilitas tersebut.

Pada Oktober 2019, juru bicara Korut mengatakan proses pembicaraan dengan tim dari Amerika Serikat mengenai denuklirisasi mengalami kegagalan. Ketua juru runding Korut menyalahkan sikap tim negosiasi AS yang dinilai kaku. Selain itu, pihak AS juga menaikkan ekspektasi dengan menawarkan pendekatan fleksibel dan metode serta solusi kreatif.

Editor : Arif Budiwinarto