Tindakan Junta Militer Makin Keras, 2 Tokoh Politik Terkemuka Ditangkap
"Penangkapan dan penahanan sewenang-wenang terhadap tokoh politik, aktivis masyarakat sipil, dan jurnalis merusak upaya untuk menyelesaikan krisis politik Sudan," kata Lucy Tamlyn dalam sebuah tweet, Rabu.
Sumber dari Partai Kongres Sudan, Yousif mengatakan ditangkap dari markas partai oleh pasukan keamanan. Dia dibawa ke kantor polisi Khartoum Utara.
Sementara Tweet dari akun Salih mengatakan, dia dibawa ke stasiun yang sama, kemudian dimasukkan ke Penjara Omdurman bersama anggota satuan tugas lainnya. Mereka sedang diselidiki terkait tuduhan 'pelanggaran kepercayaan'.
Awal pekan ini, sebuah komite yang ditunjuk oleh para pemimpin militer untuk meninjau pekerjaan gugus tugas menuduhnya melampaui batas karena alasan penyitaan perusahaan dan mobil yang tidak semestinya.
Ribuan orang Sudan berbaris menentang kekuasaan militer di Khartoum dan kota-kota lain, pada Senin (7/2/2022). Sejumlah warga mengaku khawatir tentang kembalinya Sudan ke pemerintahan anggota rezim Bashir yang dulu digulingkan.
Petugas medis yang bersekutu dengan gerakan protes mengatakan, sedikitnya 79 orang telah tewas ketika pasukan keamanan membubarkan protes dengan gas air mata dan tembakan. Militer dan polisi mengatakan protes damai diperbolehkan dan korban sedang diselidiki.
Demonstrasi lebih lanjut direncanakan akan digelar pada Kamis (10/2/2022) dan Senin pekan depan.
Editor: Umaya Khusniah