TKI di Singapura Dianiaya Majikan sampai Gigi Copot Gara-Gara Noda di Jendela

Anton Suhartono ยท Jumat, 20 Maret 2020 - 01:02 WIB
TKI di Singapura Dianiaya Majikan sampai Gigi Copot Gara-Gara Noda di Jendela

Seorang TKI di Singapura dianiaya oleh majikannya hingga gigi copot (Ilustrasi, Foto: AFP)

SINGAPURA, iNews.id - Seorang perempuan Singapura mengakui bersalah dalam sidang pada Rabu (18/3/2020), telah menganiaya pembantu rumah tangga asal Indonesia yang menyebabkan korban luka parah di mulut.

Dalam sidang terungkap, peristiwa ini berawal dari ketidakpuasan perempuan bernama Mun Sau Yeng itu dengan hasil pekerjaan korban, Yuni Dwi Lestari (25). Peristiwa ini terjadi pada 4 Februari 2019, namun sidang digelar pekan ini.

Mun menemukan noda sidik jari di jendela dapur dan menganggap Yuni tak bersih membersihkan permukaannya. Sebagai hukuman, ibu rumah tangga itu lalu menyuruh Yuni memukul pipinya sendiri menggunakan ulekan sebanyak 50 kali menyebabkan gigi rahangnya copot.

Namun Mun belum puas, dia mengambil palu lalu memukul gigi Yuni sekali lagi.

Ini hanya satu dari beberapa penganiayaan yang dilakukan perempuan 40 tahun itu. Sebelum kasus Februari diketahui, ternyata Mun sudah menganiaya Yuni sejak Juni 2018.

Tiga hari setelah pemukulan di wajah, Mun kembali meninju mulut Yuni 10 kali. Akibatnya, gigi korban kembali putus dan terjadi pendarahan di bibir. Belum cukup, Mun meninju pipi Yuni 4 hari kemudian. Akibat penganiayaan tersebut kedua pipi Yuni lebam.

Jaksa mendakwa Mun dengan tiga tuduhan penganiayaan, empat tuduhan lainnya akan dipertimbangkan.

"Terdakwa berpandangan bahwa korban akan lebih mengingat rasa sakit jika meninju dirinya sendiri. Terdakwa tidak membawa korban ke dokter karena dia sadar apa yang dia lakukan salah. Selain itu, dia menginstruksikan korban untuk menundukkan kepala ke bawah agar suaminya tak melihat luka pada korban," kata Wakil Jaksa Penuntut Umum, Muhamad Imaduddien, dikutip dari The Straits Times, Kamis (19/3/2020).

Kasus ini terungkap setelah pada 15 Februari 2018, Yuni melapor ke Centre for Domestic Employees (CDE), lembaga yang didirikan Serikat Buruh Nasional yang bertujuan memperjuangkan nasib pekerja. Perwakilan CDE lalu membawa kasus ini ke polisi.

Editor : Anton Suhartono