TKI di Singapura Dibui 3 Tahun karena Masukkan Deterjen ke Susu Bayi Majikan

Anton Suhartono ยท Jumat, 20 September 2019 - 19:50 WIB
TKI di Singapura Dibui 3 Tahun karena Masukkan Deterjen ke Susu Bayi Majikan

TKI di Singapura divonis hukuman penjara 3 tahun karena memasukkan deterjen ke susu bayi majikan (Ilustrasi, Foto: AFP)

SINGAPURA, iNews.id - Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) yakni pembantu rumah tangga divonis hukuman penjara 3 tahun dalam sidang di pengadilan Singapura, Jumat (20/9/2019). Dia memasukkan deterjen ke susu bayi dari sepupu majikannya.

Perempuan berusia 29 tahun itu nekat memasukkan deterjen ke susu bayi berusia 3 bulan karena cemburu kepada temannya, pembantu asal Myanmar. Perempuan Myanmar tersebut hanya mendapat tugas menjaga bayi, sedangkan dia harus melakukan pekerjaan rumah. Korban selamat karena tidak mengonsumsi susu yang sudah tercampur deterjen itu.

Sementara itu dalam sidang pengadilan, pelaku tak bisa membuktikan bahwa dia diperlakukan buruk oleh majikan, meskipun pekerjaannya lebih banyak.

Wakil Jaksa Penuntut Umum Zhou Yang mengatakan, terdakwa mulai bekerja pada April 2015. Pada kesempatan tertentu, bayi dari sepupu majikan datang dan menginap.

Saat itu pembantu asal Myanmar hanya mendapat tugas menjaga bayi, sedangkan pelaku melakukan pekerjaan rumah lainnya. Dilatarbelakangi kecemburuan, pelaku mencampur deterjen ke susu, peristiwa ini terjadi 6 September 2018.

Keesokan harinya, sang ibu menggunakan susu yang sudah dicampur deterjen untuk diberikan ke bayi. Namun dia curiga setelah melihat beberapa bintik hitam dan merah muda di bagian bawah botol.

"(Ibu) Memindahkan botol itu dan menggunakan botol lain untuk membuat susu dari bubuk yang juga sudah tercampur. Kali ini dia kembali melihat partikel biru di botol susu," kata Zhou, dikutip dari The Straits Times.

Ketika membuka kaleng susu, sang ibu mencium bau deterjen. Akhirnya dia menggunakan ASI untuk bayinya.

Pada 8 September, majikan melapor ke polisi tentang susu bubuk yang dicampur deterjen. Majikan mengatakan kepada petugas bahwa dia mencurigai pembantunya.

Sementara itu terdakwa meminta keringanan hukuman. Namun hakim memutuskan hukuman penjara 3 tahun dari sanksi maksimal yang bisa diterimanya untuk pelanggaran jenis ini yakni 5 tahun penjara dan denda.

Editor : Anton Suhartono