Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo Putuskan Gabung Board of Peace, Menag Ingat Perjanjian yang Diteken Rasulullah
Advertisement . Scroll to see content

Tolak Wajib Militer, Massa Yahudi Ultra-Ortodoks Bentrok dengan Polisi Israel

Senin, 01 Juli 2024 - 14:18:00 WIB
Tolak Wajib Militer, Massa Yahudi Ultra-Ortodoks Bentrok dengan Polisi Israel
Polisi Israel bentrok dengan massa Yahudi Ultra-Ortodoks yang memprotes putusan Mahkamah Agung Israel yang mengharuskan negara untuk mulai memasukkan siswa seminari Yahudi ultra-Ortodoks ke barak militer, di Yerusalem, 30 Juni 2024. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

Perjanjian yang sudah berlangsung lama itu telah menimbulkan kecemburuan dan kebencian di kalangan masyarakat luas. Sentimen itu semakin kuat tatkala perang berkecamuk selama delapan bulan di Jalur Gaza. Lebih dari 600 tentara tewas dalam pertempuran, dan puluhan ribu tentara cadangan telah diaktifkan, sehingga menjungkirbalikkan karier, bisnis, dan kehidupan orang-orang Israel.

Sementara partai-partai ultra-Ortodoks dan para pengikutnya mengatakan, memaksa anggota mereka untuk menjadi tentara akan menghancurkan cara hidup mereka yang sudah lama ada. 

Akan tetapi, para pemimpin partai tersebut sampai kini belum menyatakan apakah mereka akan tetap berada atau meninggalkan pemerintahan Netanyahu. Jika mereka memutuskan keluar dari koalisi, hal itu tentu dapat berisiko secara politik, baik bagi partai-partai ultra-Ortodoks maupun Netanyahu sendiri. Sebab, popularitas koalisi mereka terus menurun sejak 7 Oktober lalu.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut