Trump Akui Keputusan soal Golan untuk Israel Diambil dalam Waktu Cepat
LAS VEGAS, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump buka-bukaan mengenai latar belakang keputusannya mengakui Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah Israel diambil setelah mendapat pelajaran sejarah kilat dari para penasihat.
Golan merupakan wilayah pendudukan Israel di perbatasan dengan Suriah. Israel merebut wilayah itu dalam perang pada 1967 lalu mencaploknya pada 1981, sebuah langkah yang tak pernah diakui oleh komunitas internasional.
Dalam pidatonya kepada Koalisi Yahudi Partai Republik di Las Vegas, Trump mengatakan saat itu dia berdiskusi dengan penasihat kebijakan Timur Tengah, di antaranya Dubes AS untuk Israel David Friedman dan menantunya Jared Kushner.
"Saya berkata, 'Teman-teman, bantu saya. Beri saya sedikit (pelajaran) sejarah, cepat. Saya ingin cepat. Saya punya banyak urusan yang harus dikerjakan, China, Korea Utara. Beri saya, cepat," kata Trump, dikutip dari Reuters, Sabtu (7/4/2019).
Trump lalu meminta pendapat kepada para penasihatnya itu mengenai keinginannya mengakui Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah kedaulatan Israel.
"Apakah Anda menyukai ide saya untuk mengakui apa yang sedang kita diskusikan ini?'" ujar Trump, mengisahkan kembali diskusinya dengan Friedman dan Kushner.
Friedman, lanjut Trump, terkejut dengan pernyataan itu dan dia menegaskan apakah presiden benar-benar akan mengambil keputusan itu.
"Saya memutuskan, 'Bing!', telah dilakukan," kata Trump, menggambarkan keputusannya yang diambil dalam waktu sangat singkat.
"Kami membuat keputusan cepat. Kami membuat keputusan yang baik," tuturnya, lagi.
Pada 25 Maret 2019, Trump menandatangani dokumen yang secara resmi mengakui Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah Israel. Keputusan ini jelas melanggar resolusi PBB.
Pada pertemuan itu, Trump juga bertanya kepada komunitas Yahudi soal siapakah yang akan memenangkan pemilu Israel pada 19 April 2019. Kerumunan pun menjawab, Bibi, panggilan untuk Netanyahu.
"Saya pikir ini (waktunya) akan menjadi dekat. Dua orang yang baik," ujarnya.
Netanyahu berupaya mempertahankan posisinya sebagai perdana menteri untuk periode kelima. Saingannya adalah mantan jenderal sosok baru dalam perpolitikan Israel, Benny Gantz.
Editor: Anton Suhartono