Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menhub Beri Sinyal Penurunan Harga Tiket Pesawat, Ini Syaratnya
Advertisement . Scroll to see content

Trump Ancam Serang Iran Lebih Dahsyat jika Gencatan Senjata Batal

Jumat, 10 April 2026 - 06:29:00 WIB
Trump Ancam Serang Iran Lebih Dahsyat jika Gencatan Senjata Batal
Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan jauh lebih dahsyat terhadap Iran jika kesepakatan gencatan senjata gagal dicapai (Foto: Pool via AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengancam akan melancarkan serangan yang jauh lebih dahsyat terhadap Iran jika kesepakatan gencatan senjata gagal dipatuhi. Ia menegaskan seluruh kekuatan militer AS tetap siaga penuh di sekitar Iran sebagai langkah antisipasi.

Trump menyebut kapal perang, pesawat tempur, serta personel militer AS masih berada di posisi strategis dengan tambahan persenjataan. Langkah ini dilakukan hingga kesepakatan benar-benar dijalankan sepenuhnya oleh kedua pihak.

Menurut Trump, jika Iran melanggar kesepakatan, maka respons militer AS akan jauh lebih besar dan kuat dibandingkan serangan sebelumnya. Meski demikian, dia tetap optimistis gencatan senjata bisa dipertahankan dan berujung pada kesepakatan damai permanen melalui perundingan yang dijadwalkan berlangsung di Pakistan.

"Jika karena alasan apa pun (kesepakatan) tidak dipatuhi, yang sangat tidak mungkin, maka 'penembakan dimulai' lebih besar, lebih baik, dan lebih kuat daripada yang pernah dilihat siapa pun sebelumnya," tulisnya, dalam posting-an di Truth Social, dikutip Jumat (10/4/2026).

Dalam pernyataannya di media sosial, Trump menegaskan bahwa kemungkinan pelanggaran kesepakatan sangat kecil. Namun jika itu terjadi, dia memperingatkan bahwa aksi militer lanjutan akan menjadi yang terbesar yang pernah disaksikan.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut