Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sosok Sheikh Ibrahim Al Madani, Muazin Masjidil Haram Dikenal dengan Suara Merdu Azan Subuhnya
Advertisement . Scroll to see content

Trump Batalkan Serang Houthi di Menit-Menit Terakhir, Ini Alasannya

Selasa, 22 September 2026 - 06:28:00 WIB
Trump Batalkan Serang Houthi di Menit-Menit Terakhir, Ini Alasannya
Donald Trump mendadak membatalkan rencana serangan terhadap kelompok Houthi di Yaman, padahal jet tempur AS sudah dipersiapkan (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendadak membatalkan rencana serangan terhadap kelompok Houthi di Yaman, padahal jet tempur AS sudah dipersiapkan dan amunisi mulai dimuat. Keputusan itu diambil di menit-menit terakhir karena Trump masih mempertimbangkan kesepakatan gencatan senjata dengan Houthi serta komunikasi langsung yang masih berlangsung antara Washington dan kelompok tersebut.

Serangan yang direncanakan pada Minggu (20/9/2026) itu bahkan telah memasuki tahap persiapan akhir. Para komandan militer AS disebut sudah menyetujui daftar target di Yaman, sementara personel militer bersiap memuat amunisi ke jet tempur yang akan digunakan dalam operasi.

Namun, beberapa saat sebelum misi tempur udara diluncurkan, Trump berubah pikiran. Presiden AS tersebut memilih menunda serangan meski sebelumnya telah memerintahkan Departemen Pertahanan (Pentagon) bersiap melakukan tindakan militer.

Keputusan mengejutkan itu terungkap dalam laporan The New York Times (NYT) yang mengutip sejumlah pejabat AS. Pembatalan tersebut terjadi ketika pemerintahan Trump masih berkomunikasi langsung dengan Houthi.

Kesepakatan dengan Houthi Jadi Pertimbangan Utama

Salah satu pertimbangan penting Trump adalah kesepakatan sebelumnya antara AS dan Houthi yang dicapai melalui mediasi di Muscat, Oman.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut