Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Presiden Pezeshkian Bilang ke Putin, Iran Siap Damai dengan AS, asal...
Advertisement . Scroll to see content

Trump Kian Agresif Jelang Pemilu, Perang Iran Jadi Senjata Kampanye?

Kamis, 08 Oktober 2026 - 06:31:00 WIB
Trump Kian Agresif Jelang Pemilu, Perang Iran Jadi Senjata Kampanye?
Donald Trump semakin aktif mengangkat isu perang Iran dalam kampanye menjelang pemilu paruh waktu 3 November 2026 (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump semakin aktif mengangkat isu perang Iran dalam kampanye menjelang pemilu paruh waktu 3 November 2026. Konflik yang telah berlangsung berbulan-bulan itu kini bersinggungan langsung dengan perebutan kursi DPR dan Senat AS.

Dalam kampanye di Nebraska pada Senin (5/10/2026), Trump kembali menegaskan perang Iran akan segera berakhir seraya mengeklaim harga-harga akan turun setelah konflik selesai. Dia juga meminta pemilih memberikan kemenangan besar kepada Partai Republik dalam pemilu paruh waktu.

Trump sebelumnya mengaitkan perang Iran dengan pemilu November. Dia bahkan menuding Iran berupaya memengaruhi hasil pemilu AS, sementara Trump menyatakan perang akan berakhir setelah pemilu.

Isu perang Iran menjadi semakin sensitif karena konflik tersebut ikut mendorong kenaikan harga energi. Harga bensin dan minyak menjadi salah satu persoalan utama yang membayangi kandidat Republik menjelang pemungutan suara.

Reuters melaporkan Trump memulai tur kampanye selama 32 hari untuk membantu kandidat Partai Republik mempertahankan kendali Kongres. Dalam kampanye tersebut, dia membela kebijakan ekonomi pemerintah di tengah kritik terhadap kenaikan harga bensin dan solar akibat konflik Iran.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut