Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menlu Iran Araghchi Diusir AS, Ini Respons Teheran
Advertisement . Scroll to see content

Trump Klaim Harga Minyak Sudah Turun Setelah Perang: Lebih Murah daripada Masa Joe Biden

Senin, 05 Oktober 2026 - 06:37:00 WIB
Trump Klaim Harga Minyak Sudah Turun Setelah Perang: Lebih Murah daripada Masa Joe Biden
Donald Trump mengeklaim harga minyak telah turun setelah sempat melonjak akibat perang AS-Israel melawan Iran sejak 28 Februari (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim harga minyak telah turun setelah sempat melonjak akibat perang AS-Israel melawan Iran yang berlangsung sejak 28 Februari 2026.

Trump bahkan menyebut harga minyak di AS kini lebih murah dibandingkan era pemerintahan Presiden Joe Biden yang berkuasa pada 2021-2025.

“Harga minyak sedang turun. Saat ini harga minyak lebih rendah, dan lebih rendah daripada di bawah pemerintahan Biden,” kata Trump kepada wartawan saat meninggalkan Gedung Putih untuk terbang ke Ohio, seperti dikutip dari Anadolu, Senin (5/10/2026).

Trump mengaitkan penurunan harga minyak tersebut dengan situasi terbaru dalam konflik Iran. Dia juga mengeklaim Iran hampir sepenuhnya meninggalkan rencana untuk mengembangkan senjata nuklir.

“Ngomong-ngomong, Iran, seperti Anda ketahui, hampir sepenuhnya meninggalkan rencana untuk memiliki senjata nuklir,” ujar Trump.

Trump kemudian membandingkan kondisi harga minyak saat ini dengan masa pemerintahan Biden. Menurut dia, pemerintahan sebelumnya tidak melakukan langkah yang cukup terkait isu nuklir Iran.

“Harga minyak lebih rendah daripada di bawah pemerintahan Biden, dan mereka tidak melakukan apa pun terkait fakta bahwa Iran tidak dapat memiliki senjata nuklir,” katanya.

Perang AS-Israel melawan Iran yang pecah pada 28 Februari sempat mengguncang pasar energi. Konflik tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak global, terutama karena posisi strategis Iran di kawasan dan ancaman terhadap jalur perdagangan energi.

Namun, Trump kini mengeklaim situasi tersebut telah berubah dan harga minyak kembali turun.

Di sisi lain, Iran sejak lama membantah tuduhan AS dan Israel bahwa Teheran berupaya mengembangkan senjata nuklir.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian kembali menegaskan sikap tersebut saat berpidato dalam Sidang Umum PBB di New York pada akhir September.

Pezeshkian mengatakan Iran tidak berupaya membuat senjata nuklir karena hal tersebut dilarang oleh ajaran agama. Dia juga menyatakan keseriusan Teheran dengan rencana mengurangi persediaan uranium yang diperkaya di bawah pengawasan badan internasional.

Meski demikian, Iran tetap mempertahankan hak untuk mengembangkan program nuklir sipil untuk kebutuhan energi maupun medis.

Teheran juga menegaskan tidak akan berkompromi mengenai program nuklir sipil damai atau membuat konsesi struktural, kecuali AS mencabut sanksi ekonomi yang dijatuhkan terhadap Iran.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut