Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Iran Ancam AS: Timbunlah Bahan Bakar, Anda Akan Lewati Bulan-Bulan yang Kelam!
Advertisement . Scroll to see content

Trump Sebut AS Segera Serang Gunung Pickaxe, Fasilitas Nuklir Tersembuyi Iran

Sabtu, 05 September 2026 - 08:11:00 WIB
Trump Sebut AS Segera Serang Gunung Pickaxe, Fasilitas Nuklir Tersembuyi Iran
Donald Trump menyebut militernya bisa segera menyerang Gunung Pickaxe di Iran (Foto: Planet Labs via AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut militernya bisa segera menyerang Gunung Pickaxe di Iran. Gunung itu disebut sebagai lokasi rahasia penyimpanan nuklir Iran.

"Kita mungkin akan menyerang Pickaxe segera," kata Trump, kepada wartawan, seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (5/9/2026).

Iran membantah adanya aktivitas terkait nuklir di gunung yang dekat dengan fasilitas pengayaan uranium Natanz tersebut.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran, Esmail Baghaei, pada 1 September lalu menegaskan negaranya tidak melakukan aktivitas terkait nuklir apa pun di Gunung Pickaxe.

Ini bukan ancaman pertama Trump menyerang gunung tersebut. Pada akhir Juli lalu ancaman serupa disampaikannya.
 
Fasilitas bawah tanah tersebut menjadi target potensial, meski militer AS sebelumnya telah menyerang beberapa fasilitas nuklir Iran lainnya. Trump bersumpah daerah tersebut akan dihantam dengan sangat hebat.

"Kita lihat saja apa yang terjadi. Bisa jadi dalam waktu dekat," kata Trump, pada 21 Juli lalu.

Dia menuduh Iran mungkin memindahkan sentrifugal nuklir ke Gunung Pickaxe.

"Kami mengikuti materialnya. Di situlah aksinya," kata Trump.

Sebelumnya surat kabar The Wall Street Journal (WSJ) melaporkan, Iran memindahkan ribuan sentrifugal ke terowongan di bawah Gunung Pickaxe. Lokasinya sekitar 220 km sebelah selatan Ibu Kota Teheran dan beberapa km saja dari kompleks pengayaan uranium Natanz.

Dikenal sebagai Kuh-e Kolang Gaz La oleh warga lokal, gunung tersebut terletak di pegunungan Zagros dan menjulang sekitar 1.600 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Lokasi pegunungan tersebut menarik perhatian badan intelijen negara-negara Barat karena terowongan di bawahnya sangat luas dan diyakini menjadi tempat operasional nuklir yang sensitif.

Sementara itu para pengamat mengatakan, fasilitas tersebut dirancang bisa menahan serangan udara konvensional, bahkan mungkin berfungsi sebagai lokasi cadangan pengayaan uranium, penelitian senjata, hingga menyimpan barang sensitif.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut