Trump Sebut Perjanjian Damai dengan Taliban Sudah Dekat

Anton Suhartono ยท Jumat, 14 Februari 2020 - 07:57 WIB
Trump Sebut Perjanjian Damai dengan Taliban Sudah Dekat

Donald Trump (Foto: AFP)

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan perdamaian dengan kelompok militan Taliban di Afghanistan sangat dekat. Ini ditandai dengan menurunnya angka kekerasan sejak sepekan terakhir.

Dalam wawancara radio, Trump mengatakan AS dan Taliban telah mendekati satu perjanjian damai meski tak menjelaskan secara terperinci.

"Saya kira kita sudah sangat dekat. Saya kira ada peluang bagus bahwa kita akan mencapai kesepakatan, kita lihat saja nanti," kata Trump, seperti diberitakan kembali AFP, Jumat (14/2/2020).

Ini merupakan pernyataan pertama dilontarkan presiden AS terkait potensi perjanjian damai dengan Taliban, kelompok militan yang memiliki kedekatan dengan Al Qaeda. Negeri Paman Sam berperang di Afghanistan selama 18 tahun atau sejak serangan 11 September di AS.

Namun Trump menegaskan perjanjian damai bisa saja batal terwujud bila ada penghalang di tengah jalan. Meski demikian, dia berharap hal itu tak terjadi.

"Itu belum tentu akan dicapai, tapi kita akan lihat dalam 2 pekan ke depan," tuturnya.

Sebelumnya Menteri Pertahanan AS Mark Esper mengumumkan usulan gencatan senjata sebagian dengan Taliban setelah pertemuan NATO di Brussels, Belgia, atau sehari setelah Presiden Afghanistan Ashraf Ghani melaporkan kemajuan penting dalam negosiasi dengan para tentara pelajar itu.

Esper tidak mengatakan kapan gencatan senjata sebagian akan dimulai, namun seorang pejabat Taliban menyebut kelompoknya akan mengurangi serangan mulai Jumat.

"Kami mengatakan bahwa solusi terbaik di Afghanistan selama ini, jika bukan satu-satunya, adalah kesepakatan politik. Kemajuan telah dicapai sejauh ini dan kami akan menyampaikan lebih banyak laporan lagi segera, saya harap," kata Esper.

Lebih lanjut dia mengatakan kesepakatan damai dengan Taliban hanya bisa dicapai jika eslakasi kekerasan menurun. Dia menyambut baik berkurangnya kekerasan selama 7 hari terakhir dan akan terus memantau perkembangannya.

"Pandangan kami bahwa 7 hari untuk saat ini sudah cukup, tapi pendekatan kami dalam proses ini akan bergantung pada kondisi, dalam semua hal. Saya tegaskan lagi, berdasarkan kondisi," kata Esper.

Jika kesepakatan damai dengan Taliban dicapai, maka seluruh pasukan AS di Afghanistan akan ditarik, menandai berakhirnya operasi di negara itu sejak serangan 11 September.


Editor : Anton Suhartono