Trump Serukan Tekad Baru, Klaim Tembok Perbatasan Mulai Dibangun
"Sebagian besar tembok sudah dibangun dengan lebih baik, sedang direkonstruksi atau siap untuk dibangun. Renovasi tembok yang ada juga merupakan bagian yang sangat besar dari rencana untuk, akhirnya, setelah beberapa dekade, mengamankan perbatasan kita dengan baik," cuit Trump.
Sebuah panel Kongres bipartisan melangsungkan pembicaraan pada Rabu (30/1) terkait keamanan perbatasan dan permintaan Trump untuk mendanai pembiayaan tembok senilai 5,7 miliar dolar AS.
Penolakan Kongres untuk meloloskan anggaran itu menyebabkan pertikaian yang menyebabkan penutupan sebagian kantor pemerintahan selama 35 hari, yang baru berakhir pada pekan lalu.
Kesepakatan Trump dengan Kongres untuk membuka kembali kantor pemerintahan sampai 15 Februari itu memberi Kongres waktu sekitar dua pekan lagi untuk mencapai kesepakatan tentang pendanaan keamanan perbatasan.
Demokrat tampaknya menyetujui permintaan Trump untuk pendanaan keamanan perbatasan senilai 5,7 miliar dolar AS, seperti pengetatan pengawasan di pintu masuk perbatasan dan peningkatan penggunaan teknologi untuk memantau perbatasan.
Namun ketika pembicaraan dimulai, faksi Demokrat tidak menawarkan dana untuk biaya pembangunan tembok yang diminta Trump.
Trump, seperti yang sering dia lakukan, mengklaim secara keliru bahwa sebagian besar tembok yang dimintanya itu sedang dalam proses pembangunan. AS selama ini sedang memperbaiki penghalang-penghalang perbatasan yang sudah ada, yang menurut Trump merupakan bagian sangat besar dari rencananya untuk secara memadai mengamankan perbatasan.
Editor: Nathania Riris Michico