Turki Begitu Getol Tolak Finlandia dan Swedia Gabung NATO, Ternyata Ini Penyebabnya

Ahmad Islamy Jamil ยท Rabu, 18 Mei 2022 - 09:59:00 WIB
Turki Begitu Getol Tolak Finlandia dan Swedia Gabung NATO, Ternyata Ini Penyebabnya
Bendera Turki (ilustrasi). (Foto: Reuters)

JAKARTA, iNews.id – Setelah puluhan tahun mempertahankan sikap netral, Finlandia dan Swedia kini secara terbuka menyatakan niatnya untuk bergabung dengan NATO. Keputusan dua negara Skandinavia itu sebagai reaksi mereka terhadap agresi militer Rusia di Ukraina.

Akan tetapi ada kendala besar yang bakal merintangi jalan mereka, yaitu Turki. Ankara sampai hari ini menolak keras rencana Helsinki dan Stockholm untuk menjadi anggota pakta pertahanan yang didirikan oleh Amerika Serikat itu. 

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebelumnya telah menyatakan, dia tidak akan menyetujui masuknya Finlandia dan Swedia ke dalam NATO. Sementara, persetujuan Turki diperlukan agar kedua negara Nordik itu dapat bergabung ke dalam aliansi militer itu.

Erdogan menjadi satu-satunya pemimpin NATO yang secara terbuka menyatakan bahwa dia menentang Finlandia dan Swedia bergabung dengan pakta tersebut. Sikap oposisi presiden Turki itu didasarkan pada pandangannya bahwa kedua negara itu mendukung teroris

Yang dimaksud Erdogan adalah, Finlandia dan Swedia telah memberikan perlindungan dan tempat tinggal kepada para anggota Partai Pekerja Kurdistan (PKK). PKK adalah kelompok pemberontak bersenjata di wilayah perbatasan Turki yang melakukan perlawanan sengit terhadap Ankara. 

Masyarakat Kurdi termasuk salah satu kelompok etnik besar di Turki. Sayangnya, nasib mereka sangat terpinggirkan dan bahkan banyak di antara mereka yang tidak memiliki kewarganegaraan di negeri itu.

Meskipun PKK juga dilabeli AS dan Uni Eropa sebagai kelompok teroris, Finlandia dan Swedia tetap enggan mengekstradisi anggota kelompok itu ke Turki. Helsinki dan Stockholm berdalih, mereka tak mau menyerahkan para pemberontak itu ke Ankara karena masalah hak asasi manusia. 

Erdogan pun menanggapinya dengan menyebut Swedia sebagai “tempat penetasan” terorisme. Pemimpin Turki itu menilai Stockholm dan Helsinki tidak memiliki sikap yang jelas dan terbuka terhadap organisasi teroris. “Bagaimana kami (Turki) bisa mempercayai mereka (Swedia dan Finlandia)?” kata Erdogan saat konferensi pers di Ankara, Senin (16/5/2022) lalu.

Editor : Ahmad Islamy Jamil

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda