Uni Eropa ke Taiwan: Anda Tak Sendirian, Kami Mendukung Anda!
Menurut dia, Uni Eropa dan Taiwan selanjutnya membutuhkan agenda yang sangat konkret untuk membangun kemitraan antara kedua pihak yang jauh lebih kuat. Agenda itu termasuk menggelar pertemuan tingkat tinggi UE-Taiwan.
Kunjungan tiga hari delegasi Parlemen Eropa ke Taiwan antara lain diisi dengan pertukaran informasi dengan para pejabat Taiwan tentang ancaman dewasa ini seperti disinformasi dan serangan siber.
Presiden Tsai juga telah memperingatkan peningkatan upaya China untuk mendapatkan pengaruh di Taiwan, meminta sejumlah lembaga keamanan untuk melawan upaya infiltrasi. “Kami berharap dapat membangun aliansi demokratis melawan disinformasi,” kata Tsai kepada delegasi di Kantor Kepresidenan.
“Kami percaya Taiwan dan UE pasti dapat terus memperkuat kemitraan kami di semua domain,” ucapnya.
Menteri Luar Negeri Taiwan, Joseph Wu, juga melakukan perjalanan langka ke Eropa bulan lalu yang membuat murka China. Beijing memperingatkan negara-negara Eropa yang telah menyambut Wu agar tidak merusak hubungan dengan China.
Bulan lalu, Parlemen Eropa mengadopsi resolusi yang tidak mengikat untuk memperdalam hubungan dengan Taiwan, dengan langkah-langkah seperti melihat ke dalam perjanjian investasi.
Taiwan, negara yang menganut sistem pemerintahan yang demokratis, selama ini selalu diklaim Beijing sebagai bagian dari China. Bahkan, negeri tirai bambu itu telah bertekad untuk merebut paksa negara pulau itu bila perlu.
Editor: Ahmad Islamy Jamil