SEOUL, iNews.id - Korea Utara (Korut) pada Selasa (10/9/2019) menembakkan proyektil ke arah laut. Peluncuran itu dilakukan hanya beberapa jam setelah Korut menyatakan bersedia mengadakan pembicaraan tingkat kerja dengan Amerika Serikat (AS) pada akhir September untuk membahas denuklirisasi.
Negosiasi antara kedua negara mandek sejak pertemuan puncak antara pemimpin Korut Kim Jong Un dan Presiden AS Donald Trump pada Februari lalu berakhir tanpa kesepakatan.
Rusia Peringatkan Barat: Kami Tidak Gila, Konflik Global Tak Dapat Diabaikan!
"Korea Utara dua kali meluncurkan proyektil tak dikenal pada Selasa pagi di arah timur dari provinsi Pyongan Selatan," kata Kepala Staf Gabungan Korea Selatan, seperti dilaporkan AFP.
Tidak ada informasi lebih lanjut soal peluncuran ini. Namun ini rudal terakhir yang diluncurkan sejak Juli; peluncuran sebelumnya diidentifikasi sebagai rudal jarak pendek.
"Kami mengetahui laporan proyektil yang diluncurkan dari Korea Utara," kata seorang pejabat senior AS.
"Kami terus memantau situasi dan berkonsultasi dengan sekutu kami di wilayah ini."
Trump dan Kim sepakat memulai kembali dialog tingkat kerja selama pertemuan dadakan di Zona Demiliterisasi yang membagi Korea Utara dan Korea Selatan pada Juni lalu, namun pembicaraan itu belum dimulai.
"Kami bersedia bertatap muka dengan AS sekitar akhir September di waktu dan tempat yang dapat kami sepakati," kata Wakil Menteri Luar Negeri Korea Utara, Choe Son Hui.
Komentar Choe menggemakan peringatannya pada akhir Agustus, yang menyebut harapan dialog dengan AS mulai meredup. Korut sebelumnya melakukan uji coba senjata untuk memprotes latihan militer gabungan AS-Korea Selatan.
Ditanya tentang rencana pembicaraan tingkat rendah pada September mendatang, Trump mengatakan, "Saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan Ketua Kim. Saya selalu mengatakan memiliki pertemuan adalah hal yang baik. Kita akan lihat apa yang terjadi."
Choe pun mengulangi seruan agar AS datang dengan 'perhitungan yang dapat diterima' atau risiko membahayakan seluruh proses diplomatik.
"Saya pikir AS sejak itu memiliki cukup waktu untuk menemukan metode perhitungan yang dapat dibagikan kepada kami," ujar Choe.
Editor: Nathania Riris Michico
- Sumatra
- Jawa
- Kalimantan
- Sulawesi
- Papua
- Kepulauan Nusa Tenggara
- Kepulauan Maluku