Vaksin Covid-19 Buatan Thailand Mulai Diuji ke Manusia September

Ahmad Islamy Jamil ยท Minggu, 12 Juli 2020 - 14:46 WIB
Vaksin Covid-19 Buatan Thailand Mulai Diuji ke Manusia September

Ilustrasi pengembangan vaksin di laboratorium. (Foto: AFP)

BANGKOK iNews.idThailand bakal memulai tahap uji klinis vaksin Covid-19 buatan sendiri. Tahap pengujian ke manusia tersebut dilakukan setelah uji coba vaksin itu kepada monyet dan tikus menghasilkan antibodi yang memuaskan terhadap virus corona.

“Kami berharap bahwa vaksin ini dapat menghasilkan antibodi penetral pada manusia seperti yang terlihat pada monyet dan tikus,” kata kepala riset di Pusat Penelitian dan Pengembangan Vaksin Universitas Chulalongkorn, Dr Kiat Ruxrungtham, di Bangkok, Minggu (12/7/2020), dikutip Bloomberg.

Dia menuturkan, jika uji coba terhadap manusia berhasil, Thailand dapat memproduksi vaksin pada paruh kedua 2021. Para peneliti Thailand akan memulai uji coba vaksin pada manusia September. Ini akan menjadi uji klinis vaksin Covid-19 pertama yang dilakukan oleh negara berkembang.

Secara global, 160 vaksin sedang dipelajari dan diteliti untuk Covid-19. Sebanyak 21 di antaranya sudah berada pada tahap evaluasi klinis, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Meski vaksin ditemukan nanti, negara-negara miskin tetap akan kesulitan memperoleh akses untuk mendapatkan barang tersebut. Gejolak ekonomi akibat pandemi saat ini pun semakin meningkatkan kekhawatiran bahwa negara-negara akan bersaing ketat untuk mendapatkan pasokan vaksin yang langka itu. Negara-negara pemilik vaksin dipastikan bakal berusaha keras untuk melindungi penduduk mereka sendiri terlebih dulu, alih-alih menyelamatkan penduduk negara lain.

Sejumlah lembaga internasional pun berusaha menemukan cara untuk distribusi vaksin yang adil ke depannya. Di antara mereka adalah Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (CEPI) yang berbasis di Oslo, Norwegia; WHO, dan; aliansi vaksin nirlaba Gavi,

Tahap pertama uji klinis vaksin corona di Thailand akan melibatkan sekitar 100 sukarelawan yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama untuk orang berusia 18 hingga 60 tahun. Sementara, kelompok yang lainnya untuk mereka yang berusia 60 hingga 80 tahun, kata Dr Kiat.

Fokus tahap pertama uji klinis itu, yang akan memakan waktu sekitar dua bulan, adalah menentukan keamanan dan dosis yang sesuai untuk penggunaan pada manusia. Menurut rencana, perekrutan sukarelawan dimulai pada September.

Tahap kedua, kemungkinan akan dimulai pada Desember, dengan melibatkan 500 hingga 1.000 orang. Vaksin ini mungkin mendapatkan otorisasi penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Thailand dan melewati tahap ketiga sekaligus yang terakhir, yakni melibatkan lebih dari 10.000 sukarelawan di negara-negara yang memiliki wabah Covid-19.

Vaksin buatan Universitas Chulalongkorn menggunakan teknologi mRNA baru, mirip dengan proyek vaksin yang sedang dikembangkan oleh Moderna Inc yang berbasis di Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat. Teknik ini dikatakan paling hemat biaya dan ideal untuk produksi skala besar.

Selain di Universitas Chulalongkorn, Thailand juga memiliki beberapa penelitian vaksin Covid-19 lainnya yang sedang berlangsung dengan menggunakan berbagai metode.

Produksi 10.000 dosis untuk uji coba vaksin akan dimulai minggu depan. Begitu semua tahapan uji coba rampung, Thailand siap memulai produksi, dengan potensi meningkatkan pasokan untuk didistribusikan ke negara-negara tetangga dan ekonomi berpenghasilan rendah atau menengah lainnya.

Editor : Ahmad Islamy Jamil